IKLAN
News

Warga Ciputih Brebes Protes Jalan Rusak 16 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Avatar photo
×

Warga Ciputih Brebes Protes Jalan Rusak 16 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura, Brebes – Warga Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, melayangkan protes keras terkait kondisi jalan rusak yang sudah belasan tahun tak tersentuh perbaikan. Kerusakan parah membuat mobilitas masyarakat terganggu, bahkan memicu kekhawatiran akan keselamatan pengguna jalan.

Tokoh masyarakat setempat, Tohenda, mengungkapkan bahwa kerusakan jalan ini telah berlangsung sejak 16 tahun lalu. Hingga kini, kondisi tersebut tak kunjung mendapat perhatian serius dari pemerintah.

IKLAN

“Mobilitas warga terganggu karena jalan rusak. Kami sudah lama menunggu perbaikan, tapi tidak ada tindak lanjut,” ujarnya.

Keluhan serupa datang dari Koriah, salah satu tokoh perempuan Desa Ciputih. Ia mengaku selalu merasa cemas setiap kali melintas di jalan tersebut.

“Kalau lewat, saya was-was. Takut jatuh, apalagi kalau musim hujan, jalannya semakin licin dan membahayakan,” ungkapnya.

Warga Swadaya Tambal Jalan Rusak

Minimnya respons pemerintah membuat warga memilih jalan alternatif. Mereka bergotong royong memperbaiki jalan dengan cara seadanya, menggunakan tanah urugan untuk menutup lubang. Tak hanya itu, warga juga menanam pohon pisang di titik kerusakan sebagai simbol protes.

Langkah ini menjadi tanda ketidakpuasan masyarakat sekaligus peringatan keras agar pemerintah segera turun tangan.

Data yang dihimpun, jalan rusak di Ciputih membentang sepanjang sekitar 2,6 kilometer. Selain itu, terdapat empat jembatan yang kondisinya memprihatinkan dan hampir putus. Situasi ini memperparah keterisolasian warga, terutama saat musim hujan ketika akses jalan semakin sulit dilalui kendaraan.

Lampu PJU Mati, Warga Merasa Dirugikan

Selain jalan rusak, warga juga menyoroti masalah penerangan jalan umum (PJU). Banyak lampu PJU di wilayah tersebut mati total, padahal masyarakat selalu membayar tagihan listrik termasuk biaya untuk penerangan jalan.

“Warga merasa tidak adil. Kami taat bayar listrik, tapi penerangan tidak menyala. Ini menambah kesulitan, terutama di malam hari,” keluh Koriah.

Kondisi gelap gulita di malam hari menambah risiko kecelakaan dan tindak kejahatan. Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan ini agar kenyamanan dan keamanan masyarakat terjamin.

Kepala Desa Minta Bupati Turun Tangan

Kepala Desa Ciputih, Slamet Becco, mengonfirmasi bahwa jalan yang rusak merupakan jalan kabupaten. Artinya, kewenangan penuh perbaikan ada di pemerintah kabupaten.

Ia menegaskan, masyarakat Desa Ciputih memiliki tingkat kesadaran hukum tinggi. Hal itu tercermin dari kepatuhan warga dalam membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Bahkan, pelunasan PBB selalu dilakukan tepat waktu setiap tahun dengan pagu mencapai Rp170 juta.

“Kesadaran warga dalam melunasi pajak sangat tinggi. Saya berharap Bupati Brebes bisa mendengar keluhan ini dan segera memberikan solusi,” ujar Slamet.

Ia menambahkan, jika keluhan terus diabaikan, warga bisa merasa kecewa dan marah. Menurutnya, pemerintah harus menghargai ketaatan warga yang selama ini sudah berkontribusi melalui pajak dan kewajiban lainnya.

Tuntutan Warga

Masyarakat Ciputih mendesak pemerintah kabupaten untuk segera:

1. Memperbaiki jalan rusak sepanjang 2,6 kilometer agar akses transportasi kembali lancar.

2. Merenovasi empat jembatan yang nyaris putus sebelum memakan korban.

3. Menghidupkan kembali lampu PJU yang selama ini mati, demi keselamatan dan kenyamanan warga.

Tuntutan ini bukan hanya demi kelancaran aktivitas sehari-hari, melainkan juga untuk mendukung perekonomian warga. Jalan yang layak akan mempermudah distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Warga Siap Lakukan Aksi Lanjutan

Protes dengan menanam pohon pisang di jalan hanyalah bentuk awal kekecewaan masyarakat. Warga menyatakan siap melakukan aksi lanjutan jika tuntutan tidak segera ditanggapi.

“Kami tidak ingin terus-menerus diabaikan. Kalau jalan tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin warga akan turun ke jalan melakukan protes lebih besar,” tegas salah satu tokoh setempat, Tohenda.

Situasi di Ciputih ini menjadi potret nyata tantangan pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan Brebes. Masyarakat berharap pemerintah daerah lebih peka terhadap kebutuhan dasar warga, terutama akses jalan yang layak.***

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P