“Kami pastikan penyaluran berjalan adil dan transparan. Warga yang namanya tercantum mendapat undangan resmi dan dicocokkan langsung saat penyaluran,” ujar salah satu pendamping.
Program ini didasarkan pada hasil Musyawarah Desa (Musdes) yang rutin dilakukan untuk memverifikasi data penerima. Dengan pendekatan partisipatif tersebut, diharapkan bantuan yang diberikan benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan.
Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika terjadi kendala, baik administrasi maupun teknis, selama proses penyaluran. Komunikasi dua arah dinilai penting agar ke depan program berjalan lebih baik.
“Kami terbuka terhadap masukan dari warga. Jika ada keluhan atau kendala, silakan sampaikan ke kantor desa,” tambah Kepala Desa Arif.
Dengan selesainya pencairan tahap ini, pemerintah desa berharap BLT-DD bisa meringankan beban masyarakat, khususnya dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus meningkat.
Distribusi bantuan ini menjadi salah satu upaya untuk menjaga stabilitas ekonomi warga desa serta mendukung pemulihan pasca-pandemi dan tekanan ekonomi lainnya. Program ini juga diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.***
Tim Redaksi
