IKLAN
News

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Mendala Brebes Terus Bertambah, Kini Capai 500 Jiwa

Avatar photo
×

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Mendala Brebes Terus Bertambah, Kini Capai 500 Jiwa

Sebarkan artikel ini

Warga Terdampak Tanah Bergerak di Mendala Brebes Terus Bertambah, Kini Capai 500 Jiwa

Portal Pantura, Brebes – Bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus meluas. Terbaru, pergerakan tanah mencapai wilayah Dukuh Ares, menambah jumlah korban terdampak yang harus mengungsi.

IKLAN

Kepala Desa Mendala, Muhammad Basori, mengungkapkan bahwa sebelumnya tanah bergerak telah merusak empat pedukuhan, yakni Karanganyar, Babakan, Cupang Bungur, dan Krajan. Kini, bencana tersebut juga melanda Dukuh Ares, menyebabkan 63 warganya harus mengungsi.

“Total ada 502 jiwa yang saat ini tinggal di pengungsian dari lima pedukuhan,” ujar Basori saat ditemui wartawan pada Rabu (23/4/2025).

Selama sepekan terakhir, aktivitas tanah bergerak ini telah merusak sedikitnya 114 rumah warga serta lima fasilitas umum, termasuk tempat ibadah dan sekolah. Intensitas hujan yang tinggi di kawasan pegunungan Sirampog diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah yang kian masif.

Pemerintah Kabupaten Brebes melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku mengevakuasi warga, mendirikan posko darurat, serta menyalurkan logistik ke lokasi pengungsian. Namun, kondisi cuaca buruk dan keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan serius di lapangan.

“Kami sangat membutuhkan bantuan tambahan. Kondisi makin rawan, kebutuhan pokok terus meningkat, sementara pasokan terbatas,” jelas Basori.

Saat ini, ratusan warga bertahan di tenda-tenda darurat dengan fasilitas seadanya. Anak-anak, lansia, dan perempuan menjadi kelompok paling rentan dalam situasi ini.

Basori mengimbau pemerintah dan masyarakat luas untuk terus memberikan perhatian dan bantuan. Menurutnya, bencana ini bukan sekadar hitungan bangunan rusak, tetapi menyangkut nasib dan keselamatan ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal.

“Semua pihak kami harapkan dapat ikut serta membantu, baik dalam bentuk logistik, tenaga relawan, maupun dukungan moral,” tandasnya.

Sementara itu, BPBD Brebes menyatakan akan terus memantau kondisi tanah dan memperbarui langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan. Tim geologi juga telah diterjunkan untuk menganalisis potensi risiko lanjutan di kawasan tersebut.

Tim Redaksi

Setyo
Reporter Setyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura