Portal Pantura, Brebes – Lapangan Dukuh Temenggungan, Desa Langkap, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Minggu (14/9/2025) sore berubah menjadi pusat perhatian warga. Ratusan penonton memadati area lapangan untuk menyaksikan pembukaan Open Mini Tournament Sepak Bola Wanita Sayudan Cup 2. Suasana meriah ini menunjukkan bahwa sepak bola kini tidak hanya milik kaum pria. Generasi muda perempuan juga siap tampil percaya diri di lapangan hijau.
Turnamen hasil gagasan panitia lokal ini mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Sejak pukul tiga sore, tribun dan sisi lapangan sudah penuh oleh penonton. Acara dibuka dengan doa bersama lalu dilanjutkan seremoni resmi yang dihadiri Kepala Desa Langkap Mustolih, Babinsa, dan Babinkamtibmas setempat. Kehadiran mereka menegaskan dukungan pemerintah desa terhadap kegiatan olahraga positif di masyarakat.
Dukungan Pemerintah Desa
Kepala Desa Langkap, Mustolih, menyebut Sayudan Cup 2 bukan sekadar ajang perebutan piala. Menurutnya, turnamen ini menjadi ruang silaturahmi dan pembelajaran sportivitas.
“Turnamen ini bukan hanya pertandingan. Kami ingin pemuda, khususnya kaum wanita, punya wadah untuk menyalurkan bakat dan membangun karakter lewat olahraga,” kata Mustolih di hadapan penonton.
Ia menambahkan, partisipasi warga yang tinggi membuktikan olahraga bisa menjadi pemersatu sekaligus sarana menjaga kesehatan. Dukungan masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlanjutan agenda olahraga serupa di masa depan.
Edukasi dan Sportivitas
Ketua Panitia Subhan, S.Pd menegaskan turnamen ini mengutamakan nilai edukasi ketimbang sekadar hiburan.
“Tujuan utama kami memberi pemahaman tentang sportivitas dalam olahraga. Sepak bola wanita kini semakin digemari, dan kami ingin turnamen ini jadi contoh persaingan sehat dan penuh persahabatan,” ujarnya.
Pernyataan itu mendapat sambutan positif. Sorak-sorai penonton menggema mendukung tim kesayangan mereka. Antusiasme tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola wanita mampu menciptakan ruang sosial baru yang inklusif.
Laga Pembuka Seru

Momen paling ditunggu terjadi ketika Kepala Desa Mustolih melakukan tendangan perdana sebagai simbol dimulainya turnamen. Tepuk tangan penonton mengiringi bola yang meluncur ke tengah lapangan, membuka laga perdana Sayudan Cup 2.
Tim Redaksi
