TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Otomotif

5 Tips Penting Sebelum Membeli Mobil Matic Bekas

×

5 Tips Penting Sebelum Membeli Mobil Matic Bekas

Sebarkan artikel ini
5 Tips Penting Sebelum Membeli Mobil Matic Bekas
Mobil yang dibawa terduga pelaku.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura – transmisi otomatis atau matic kini semakin diminati pembeli kendaraan bekas. Kepraktisan berkendara tanpa perlu memindahkan gigi manual menjadi daya tarik utama.

Namun, membeli matic bekas memerlukan kehati-hatian ekstra. Sistem transmisi otomatis memiliki komponen kompleks yang rentan bermasalah jika tidak terawat dengan baik.

Berikut lima aspek krusial yang wajib diperiksa sebelum memutuskan membeli matic bekas.

1. Uji Fungsi Tuas Transmisi

iklan

Pemeriksaan pertama dimulai dari tuas transmisi. Coba pindahkan tuas ke berbagai posisi seperti P, R, N, dan D.

Perpindahan harus terasa mulus tanpa hambatan atau getaran tidak wajar. Hindari dengan tuas yang terasa berat atau ada bunyi tidak biasa.

Lakukan pengujian saat mesin dalam kondisi dingin atau belum dipanaskan. Setelah mesin hidup, masukkan tuas ke posisi D tanpa menginjak pedal gas.

seharusnya bergerak perlahan dengan sendirinya. Ini menandakan transmisi berfungsi normal. Jika tidak bergerak sama sekali, bisa jadi ada masalah serius pada sistem transmisi.

2. Cek Lampu Indikator Dashboard

Panel instrumen atau dashboard menyimpan informasi penting tentang kondisi kendaraan. Perhatikan saat kunci kontak diputar ke posisi ON sebelum mesin dihidupkan.

Semua lampu indikator seharusnya menyala sesaat kemudian padam saat mesin hidup. Waspadai jika ada lampu peringatan yang terus menyala atau berkedip.

Lampu check engine yang tetap menyala menunjukkan adanya gangguan pada sistem mesin. Sementara indikator transmisi yang berkedip mengisyaratkan masalah pada sistem transmisi otomatis.

Jangan abaikan tanda peringatan ini karena bisa berakibat pada biaya perbaikan yang mahal nantinya.

3. Test Drive untuk Uji Perpindahan Gigi

Perpindahan gigi yang bermasalah umumnya baru terdeteksi saat test drive. Pastikan mencoba di berbagai kondisi jalan.

Uji akselerasi dari kecepatan rendah hingga tinggi. Perpindahan gigi seharusnya halus tanpa hentakan atau jeda yang terlalu lama.

Coba juga di tanjakan untuk memastikan transmisi mampu menurunkan gigi dengan responsif. Lakukan pengereman mendadak untuk melihat respons transmisi saat deselerasi.

Jika terasa ada sensasi selip, hentakan keras, atau suara mendengung saat perpindahan gigi, ini pertanda transmisi sudah aus dan perlu perbaikan.

4. Periksa Kebocoran Oli Transmisi

Inspeksi visual di area bawah sangat penting. Gunakan senter untuk melihat komponen transmisi dari bawah kendaraan.

Perhatikan apakah ada tetesan atau rembesan cairan di sekitar rumah transmisi. Oli transmisi umumnya berwarna merah, namun bisa berubah cokelat atau kehitaman jika sudah kotor.

Kebocoran oli transmisi tidak boleh dianggap sepele. Meski terlihat kecil, kebocoran bisa menyebabkan kerusakan serius jika dibiarkan.

Tanyakan kepada penjual apakah transmisi pernah dibongkar untuk servis besar. Riwayat servis transmisi penting untuk menilai kondisi komponen internal.

5. Telusuri Riwayat Kecelakaan dan Banjir

Latar belakang kendaraan sangat mempengaruhi kondisi mekanis secara keseluruhan. Tanyakan secara detail apakah pernah mengalami kecelakaan atau terendam banjir.

Tabrakan keras dapat merusak sensor dan modul elektronik yang mengontrol transmisi otomatis. Kerusakan ini sering tidak terlihat dari luar namun muncul kemudian.

bekas banjir lebih berisiko karena air dapat merembes ke komponen elektronik dan sistem transmisi. Korosi internal yang terjadi akan memperpendek usia komponen.

Periksa dokumen perawatan dan servis berkala. Mobil dengan rekam jejak perawatan lengkap umumnya lebih terpercaya dibanding yang tidak ada catatan sama sekali.

Membeli mobil matic bekas memerlukan pemeriksaan menyeluruh. Lima aspek di atas menjadi panduan dasar untuk menghindari kerugian.

Jika tidak yakin dengan kondisi teknis, sebaiknya ajak mekanik terpercaya saat inspeksi. Biaya jasa mekanik jauh lebih murah dibanding biaya perbaikan transmisi yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Jangan terburu-buru dalam mengambil keputusan. Bandingkan beberapa unit dengan harga dan kondisi serupa untuk mendapat nilai terbaik.***

Bondan Setiyono

Terbaru dari Bondan Setiyono