Portal Pantura, Jakarta – Kemiskinan bukan lagi hambatan bagi ribuan anak bangsa untuk melanjutkan pendidikan. Sebanyak 50 ribu pelajar di Kabupaten Brebes, Kabupten dan Kota Tegal kini merasakan manfaat Program Indonesia Pintar (PIP). Sementara 1.000 mahasiswa mendapat kesempatan kuliah melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Bantuan ini terwujud berkat perjuangan H. Agung Widyantoro, SH., M.Si., anggota DPR RI dari Partai Golkar yang duduk di Komisi X. Nominal Bantuan PIP dan KIP Kuliah Program PIP memberikan bantuan finansial dengan skema bertingkat. Siswa SD menerima Rp450 ribu per tahun. Siswa SMP mendapat Rp750 ribu. Sedangkan siswa SMA memperoleh bantuan hingga Rp1,8 juta per tahun. Untuk jenjang perguruan tinggi, KIP Kuliah menawarkan dukungan lebih besar. Mahasiswa penerima mendapat bantuan Rp2,4 juta hingga Rp12 juta per semester. Ditambah biaya hidup sebesar Rp800 ribu setiap bulan. Mencegah Anak Putus Sekolah "Saya sering bertemu anak-anak yang hampir putus sekolah karena biaya. Mereka kini bisa melanjutkan belajar," ujar politisi asal Dapil IX Jawa Tengah ini. Agung Widyantoro menegaskan, kemiskinan tidak boleh menjadi penghalang anak bangsa meraih pendidikan. Masa depan mereka tidak boleh terhenti di tengah jalan hanya karena keterbatasan ekonomi. Menurutnya, dana pendidikan dari negara harus benar-benar sampai ke tangan rakyat. Bukan sekadar angka di atas kertas kebijakan yang tidak berdampak nyata. Pendidikan sebagai Perjuangan Kemanusiaan Bagi Agung Widyantoro, pendidikan bukan hanya tanggung jawab negara. Lebih dari itu, pendidikan adalah perjuangan kemanusiaan yang harus terus diperjuangkan. Melalui program PIP dan KIP Kuliah, ia memastikan setiap anak tetap memiliki kesempatan belajar. Meski mereka hidup dalam keterbatasan ekonomi yang berat. Sebagai anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, Agung terus memperjuangkan program ini. Ia memanfaatkan jalur Pokok Pikiran Anggota DPR untuk memperjuangkan hak pendidikan anak di daerah pemilihannya. Investasi untuk Generasi Unggul KIP Kuliah, menurut Agung, bukan sekadar bantuan uang kuliah. Program ini adalah bentuk investasi negara untuk melahirkan generasi unggul dari keluarga kurang mampu. Namun, mahasiswa penerima KIP Kuliah memiliki tanggung jawab. Mereka wajib menjaga IPK minimal 3,00. Tidak diperbolehkan menikah selama masa studi. Dan harus menyelesaikan kuliah tepat waktu. "Bantuan ini harus dibalas dengan semangat dan prestasi, agar generasi berikutnya ikut terinspirasi," tegasnya. Dampak Nyata di Masyarakat Kehadiran program PIP dan KIP Kuliah terbukti memberikan dampak nyata. Ribuan anak dari keluarga miskin kini memiliki harapan melanjutkan pendidikan. Mereka tidak lagi terancam putus sekolah. Program ini juga membuka peluang mobilitas sosial. Anak-anak dari keluarga kurang mampu kini punya kesempatan meraih cita-cita setinggi langit. Agung Widyantoro berharap, semakin banyak anak Indonesia yang terbantu. Sehingga Indonesia memiliki generasi terdidik yang mampu bersaing di kancah global. Komitmen Berkelanjutan Perjuangan Agung Widyantoro untuk pendidikan tidak berhenti di sini. Ia berkomitmen terus mengawasi dan memperjuangkan program-program pendidikan. Tujuannya jelas: memastikan tidak ada lagi anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar karena kemiskinan. "Pendidikan adalah hak setiap anak bangsa. Kita harus pastikan mereka semua bisa mengaksesnya," pungkas anggota DPR RI Dapil IX Jawa Tengah ini.***