Dalam pidatonya, Nadia mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada para orang tua yang telah berjuang demi kesuksesan anak-anak mereka.
“Kesuksesan ini adalah buah dari doa tulus ayah dan ibu. Doa yang selalu mencapai langit, menjadi penguat kami dalam menghadapi segala tantangan,” ujar Nadia dengan penuh emosi, disambut tepuk tangan hadirin.
Pesan Inspiratif dari Andy F. Noya
Sebagai pembicara utama, Andy F. Noya, seorang jurnalis senior sekaligus tokoh televisi, menyampaikan pesan motivasi kepada para wisudawan.
Ia menekankan pentingnya karakter dan akhlak dalam menghadapi dunia kerja yang kian kompetitif, melampaui keterampilan teknis semata.
“Setelah lulus, tanggung jawab kalian menjadi lebih besar. Kalian akan menghadapi dunia kerja di tengah perkembangan teknologi yang luar biasa pesat,” ujar Andy.
Ia mengingatkan bahwa teknologi dapat membawa manfaat maupun dampak negatif, tergantung pada bagaimana seseorang memanfaatkannya.
Andy juga mengangkat isu disrupsi teknologi yang mengancam banyak pekerjaan tradisional.
“Lihatlah bagaimana banyak pekerjaan seperti kasir atau penjaga tol kini digantikan oleh mesin. Era digital memang memudahkan, tetapi juga menuntut kita untuk terus belajar agar tetap relevan,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berpesan agar generasi muda tidak terjebak dalam budaya pamer atau flexing yang berpotensi merusak moral.
Andy juga mendorong para wisudawan untuk menghargai perjuangan orang tua serta terus mengejar pendidikan melalui berbagai peluang, termasuk beasiswa untuk melanjutkan studi di universitas nasional maupun internasional.
Tim Redaksi
