IKLAN
Pendidikan

Cara Seru Belajar Pola Matematika lewat Permainan Tradisional, Inovasi Pembelajaran di MI Salafiyah Islamiyah Pekalongan

Avatar photo
×

Cara Seru Belajar Pola Matematika lewat Permainan Tradisional, Inovasi Pembelajaran di MI Salafiyah Islamiyah Pekalongan

Sebarkan artikel ini

Cara Seru Belajar Pola Matematika lewat Permainan Tradisional, Inovasi Pembelajaran di MI Salafiyah Islamiyah Pekalongan

Portal Pantura, Pekalongan – Suasana belajar berbeda tampak di halaman MI Salafiyah Islamiyah (MSI) 14 Medono, Pekalongan. Siswa kelas 4 tampak antusias mengikuti pembelajaran Matematika yang dikemas dalam bentuk permainan tradisional benthik. Kegiatan ini menjadi upaya kreatif guru dalam mengajarkan konsep pola membesar dan mengecil secara kontekstual.

IKLAN

Bukan sekadar bermain, benthik dimodifikasi menjadi media pembelajaran yang menekankan pengamatan terhadap urutan pola. Potongan kayu berukuran sama digunakan sebagai alat utama. Namun, siswa tidak diminta membedakan ukuran benda, melainkan mengamati urutan lemparan yang mencerminkan pola tertentu. Di sinilah konsep pola matematika diperkenalkan—melalui tindakan, bukan hanya visual.

Permainan dimulai setelah siswa memahami aturan dasar. Jika pola yang disepakati adalah membesar, lemparan kayu dilakukan dari urutan terkecil ke terbesar. Sebaliknya, untuk pola mengecil, lemparan dimulai dari urutan terakhir ke awal. Aturan ini menuntut siswa berpikir logis dan mengikuti alur dengan konsisten.

Metode ini menggabungkan unsur kognitif, motorik, dan sosial. Anak-anak dilatih untuk menganalisis pola, mengoordinasikan gerakan, dan bekerja dalam tim. Mereka juga belajar saling menghargai, menunggu giliran, dan memberi semangat kepada teman.

“Anak-anak jadi lebih semangat karena belajar sambil bermain. Materi yang biasanya abstrak jadi lebih mudah dipahami,” ujar salah satu guru pengampu kegiatan.

Aktivitas berlangsung interaktif. Siswa tampak serius saat menyusun pola dan semakin antusias ketika permainan dimulai. Mereka bergerak bebas namun tetap fokus pada pembelajaran. Suasana belajar terasa hidup, jauh dari kesan monoton.

Selain memperkuat pemahaman matematika, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya. Permainan benthik yang kini mulai terlupakan diperkenalkan kembali melalui pendekatan edukatif. Dengan begitu, nilai-nilai lokal tidak hanya dipelajari, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Benthik bukan hanya permainan. Ini bagian dari budaya yang penting untuk dikenalkan ke generasi muda,” tambah guru tersebut.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembelajaran bisa lebih bermakna jika dikaitkan dengan pengalaman nyata. Konsep abstrak seperti pola matematika jadi lebih mudah diserap ketika siswa terlibat langsung secara fisik dan emosional.

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P