UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Pendidikan

Cegah Bullying di Sekolah, Siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan Didorong Jadi Penulis Muda

×

Cegah Bullying di Sekolah, Siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan Didorong Jadi Penulis Muda

Sebarkan artikel ini
Dosen Universitas Peradaban memberikan pelatihan jurnalistik digital dan literasi pencegahan bullying kepada siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan, Brebes, Rabu (14/8/2026). (Foto: dok. Istimewa)
Dosen Universitas Peradaban memberikan pelatihan jurnalistik digital dan literasi pencegahan bullying kepada siswa SMK Ma’arif NU Paguyangan, Brebes, Rabu (14/8/2026). (Foto: dok. Istimewa)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari perundungan terus dilakukan melalui berbagai pendekatan kreatif. menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bertajuk “Pencegahan Bullying melalui Pelatihan Jurnalistik dalam Pemberdayaan Potensi Menulis Majalah Sekolah Berbasis Digital” di SMK Ma’arif NU Paguyangan, Jumat (14/8/2026).

Pelatihan yang diikuti 21 siswa pengurus organisasi sekolah ini bertujuan membekali pelajar dengan kemampuan literasi, sekaligus menjadikan mereka agen perubahan dalam menyuarakan penolakan terhadap aksi bullying.

Menyuarakan Isu Bullying Lewat Karya Tulis dan Sastra

Dosen Program Studi Bahasa Indonesia , Moh. Shofiuddin Shofi, M.Pd., menyampaikan bahwa karya jurnalistik dapat menjadi sarana ampuh untuk menyampaikan kritik konstruktif dan ajakan positif di lingkungan sekolah.

iklan

Dalam paparannya yang berjudul “Pencegahan Bullying melalui Jurnalistik dan Literasi Sekolah”, Shofi menekankan bahwa edukasi perundungan tidak hanya terbatas pada berita atau artikel opini.

Berita hingga Karya Sastra

  • Artikel Opini & Berita: Mengangkat fakta dan sudut pandang obyektif mengenai dampak perundungan.
  • Karya Sastra (Cerpen & Puisi): Menyampaikan pesan empati dan refleksi moral secara lebih menyentuh.

Perundungan, baik verbal maupun fisik, membawa dampak buruk seperti trauma, rasa tertekan, hingga gangguan psikologis yang mengganggu proses belajar. Melalui tulisan, siswa diajak tidak sekadar menjadi konsumen informasi, tetapi aktif membangun kesadaran kolektif.

Niken Amelya Putri, salah satu peserta, mengaku mendapat wawasan baru dari pelatihan ini. “Materi yang disampaikan membuat kami paham bahwa mencegah perundungan bisa lewat jurnalistik, baik dalam bentuk berita, opini, maupun cerpen dan puisi,” ungkapnya.

Mengemas Majalah Sekolah Digital Berbasis Canva

Selain teknik menulis, peserta mendapat pembekalan teknis penyajian karya visual digital yang disampaikan oleh dosen Program Studi Sistem Informasi , Fuaida Nabyla, S.Kom., M.Kom.

Para siswa diperkenalkan pada platform Canva untuk menyusun layout majalah sekolah berbasis digital agar tampil modern dan menarik minat membaca generasi muda.

Aspek Visual Majalah Digital

  1. Tipografi: Pemilihan jenis dan ukuran font yang nyaman dibaca.
  2. Harmoni Warna: Perpaduan warna yang sepadan dan tidak melelahkan mata.
  3. Tata Letak (Layout): Penataan elemen teks dan gambar agar proporsional.

Penggunaan media digital dinilai sangat efektif karena fleksibel dan mampu menjangkau khalayak yang lebih luas, tidak terbatas di area lingkungan sekolah saja.

Kegiatan ini menjadi komitmen nyata dalam mendukung literasi, kreativitas, serta pembentukan karakter siswa yang saling menghargai.***

Penulis: Rafika Irma Qurrota A’yun / Mahasiswa .
Editor: Yudhi P.

Tim Portal Pantura

Terbaru dari Tim Portal Pantura