Portal Pantura – SMAN 1 Bumiayu Kabupaten Brebes menggelar Pelatihan Jurnalistik pada Kamis 15 Mei 2025 untuk meningkatkan literasi media di kalangan siswa kelas X dan XI. Bertempat di aula sekolah, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan dasar-dasar jurnalistik dan etika bermedia sosial di era digital.
Pelatihan dimulai pukul 09.00 WIB, menghadirkan dua narasumber utama, M Sekhun dan Wawan Setiawan. Sesi pertama difokuskan pada etika bermedia sosial. Sekhun menekankan pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya di media sosial. “Siapa pun kini bisa menjadi penyebar informasi. Namun, tidak semua informasi itu benar. Teliti sebelum membagikan agar tidak terjebak menyebarkan hoaks,” ujar Sekhun.
Ia juga mengingatkan tentang konsekuensi hukum bagi penyebar informasi palsu, merujuk pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Kesalahan dalam menyebarkan informasi bisa berdampak serius, tidak hanya merugikan orang lain, tetapi juga berpotensi menghadapi masalah hukum,” tambahnya.
Sesi kedua yang dipandu oleh Wawan Setiawan lebih mendalam membahas teknik dasar jurnalistik. Wawan menjelaskan pentingnya teknik wawancara, cara menyusun berita yang kredibel, dan prinsip 5W + 1H (What, Who, When, Where, Why, How). “Menulis berita tidak hanya soal menyampaikan fakta, tapi juga merangkai informasi agar menarik dan bermanfaat bagi pembaca,” kata Wawan.
Wawan juga mengingatkan pentingnya menjaga objektivitas dan menghindari bias dalam berita. “Sebagai jurnalis, kita harus berkomitmen untuk menyampaikan fakta tanpa terpengaruh kepentingan pribadi atau pihak lain,” tegasnya.
Kegiatan ini disambut positif oleh Kepala SMAN 1 Bumiayu, Yuniarto Amirudin, S.Pd., M.Si., yang berharap pelatihan tersebut dapat membekali siswa dengan keterampilan dasar jurnalistik serta meningkatkan literasi media. “Pelatihan ini bukan sekadar pengenalan dunia jurnalistik, tetapi juga upaya agar siswa lebih peka terhadap informasi di sekitarnya,” ujar Yuniarto.
Salah seorang peserta, Muhamad Zamzami, siswa kelas X, mengaku antusias mengikuti pelatihan tersebut. “Saya jadi lebih paham bagaimana menyusun berita yang baik dan benar. Selain itu, materi tentang etika bermedia sosial juga sangat bermanfaat,” ungkapnya.
Di akhir acara, para peserta menerima sertifikat partisipasi. Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menyaring dan menyampaikan informasi yang benar serta menjadi modal penting dalam menghadapi arus informasi digital yang semakin deras.***
Tim Redaksi
