Portal Pantura, Pekalongan – MIS Wonoyoso di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, terus berinovasi dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif dan kontekstual. Terbaru, mereka menggelar kegiatan bertajuk “Main Peran, Lancar Ucapan”, sebuah pendekatan unik dalam belajar Bahasa Inggris dengan menggabungkan permainan rakyat dan metode role-play.
Kegiatan berlangsung pada Rabu, 15 Mei 2025, di halaman sekolah. Para siswa tampil antusias, mengenakan properti sederhana seperti keranjang belanja dan pakaian tokoh-tokoh pasar. Mereka berperan sebagai pedagang, pembeli, anggota keluarga, hingga petugas desa — semuanya dalam Bahasa Inggris.
Guru Bahasa Inggris, Dian Ika Safitriana, menjadi penggagas kegiatan ini. Menurutnya, belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas atau lewat buku teks.
“Ketika anak-anak bermain, mereka lebih lepas. Mereka tidak takut salah dan justru lebih berani bicara. Kami mengadaptasi permainan rakyat yang mereka kenal untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan,” ujarnya.
Beberapa permainan yang digunakan antara lain simulasi pasar tradisional, bermain keluarga, dan bermain profesi seperti dokter atau pedagang keliling. Setiap percakapan dikembangkan dalam Bahasa Inggris, disesuaikan dengan kemampuan siswa. Kalimat yang digunakan sederhana namun bermakna.
Hasilnya, suasana belajar menjadi hidup. Anak-anak tak hanya menghafal kosa kata, tetapi juga belajar menggunakannya dalam konteks yang nyata. Mereka diajak berani berbicara, bekerja sama, dan menyampaikan gagasan dengan percaya diri.
Alya, siswa kelas 5, mengaku senang bisa ikut serta. “Biasanya saya malu bicara Bahasa Inggris. Tapi tadi saya pura-pura jadi penjual sayur. Saya bisa ngomong ‘Good morning! What do you want to buy?’ ke teman-teman. Seru banget,” katanya sambil tersenyum.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Kepala MIS Wonoyoso, Khoirul Muttaqin, menyebut program ini selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka. Ia menilai pembelajaran semacam ini mendorong siswa untuk aktif, mandiri, dan terhubung dengan budaya lokal.
“Ini cara efektif mengenalkan bahasa asing tanpa melupakan akar budaya. Anak-anak belajar Bahasa Inggris sekaligus belajar tentang peran sosial dan nilai-nilai gotong royong,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar kegiatan rutin, “Main Peran, Lancar Ucapan” menunjukkan bahwa pembelajaran bisa menjadi ruang bermain yang produktif. Anak-anak tidak hanya mengulang materi, tapi juga membangun makna, kepercayaan diri, dan kecintaan terhadap budaya.
Tim Redaksi
