IKLAN
Ragam

240 Hektar Terancam Gagal Panen, Bupati Tegal Minta PT Minarta Berikan Kompensasi Untuk Petani dan Salurkan Air Lewat Pipa

Avatar photo
×

240 Hektar Terancam Gagal Panen, Bupati Tegal Minta PT Minarta Berikan Kompensasi Untuk Petani dan Salurkan Air Lewat Pipa

Sebarkan artikel ini

Portal Pantura – Di Desa Danawarih Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal, nyaring suara jangkrik menggantikan gemericik air irigasi.

Dan di lahan yang seharusnya hijau oleh padi setinggi lutut, kini perlahan tampak retakan tanah dan ilalang yang mulai tumbuh liar.

IKLAN

Petani-petani desa itu berdiri mematung di tengah sawahnya sendiri memandang kosong pada ladang yang tak lagi ada harapan dan menjanjikan kehidupan.

“Sejak air bendungan berhenti, kami hanya bisa pasrah. Kami tidak tahu proyek itu akan mulai karena minim sosialisasi,” kata seorang petani yang telah mengolah tanah di sana sejak zaman orde baru.

Masalah ini bermula dari adanya Proyek Revitalisasi Bendungan Danawarih di wilayah Kecamatan Balapulang yang digarap oleh PT Minarta, senilai Rp 65 miliar dengan dana APBN.

Proyek ini sejatinya untuk kebaikan dan meningkatkan kualitas bendungan dan memperlancar aliran air. Tapi bagi para petani yang tak pernah diberi tahu, yang mereka terima justru kekeringan dan ancaman gagal panen.

Dari laporan warga dan dialog dengan Bupati pada Jumat 27 Juli 2025 diketahui bahwa 240 hektare sawah kini  kondisi kritis dan saluran irigasi tersumbat dan sumur warga mulai mengering, serta tanaman yang tumbuh menunggu layu satu per satu.

Mendengar keluhan petani menyebar lewat media sosial serta pula laporan resmi, Bupati Tegal Ischak Maulana, bergerak cepat menemui pelaksana proyek Bendungan Danawarih senilai 65 miliar yaitu PT Minarta sekaligus untul berdialog dengan petani.

Dalam video yang ia unggah di akun media sosial Instagram pribadi, Bupati Tegal Ischak nampak terlihat kecewa karena PT Minarta lamban respon dan 240 Hektare lahan milik Petani terancam gagal panen.

“Ini proyek APBN. Jangan main-main dan Jangan sampai Presiden tahu dan kecewa. Apalagi sekarang ini kita sedang fokus pada ketahanan pangan nasional!” serunya lantang.” tegas Bupati Tegal.

Tidak berhenti pada teguran, Bupati Ischak Maulana didampingi Anggota DPRD serta Kepala Dinas terkait selain membuka ruang dialog antara PT Minarta dan warga serta petani dan mengeluarkan instruksi konkret yaitu,

PT Minarta wajib menambah alat berat dan tenaga kerja mempercepat penyelesaian proyek sehingga petani dapat kembali bercocok tanam.

Kemudian PT Minarta pelaksana Proyek Revitalisasi Bendungan Danawarih harus membuat pipa sodetan sementara, agar air tetap bisa mengalir ke sawah petani.

Selanjutnya PT Minarta pelaksana proyek dengan anggaran APBN senilai 65 Miliar ini harus memberikan kompensasi ke petani yang mengalami dampak kekeringan dan ancaman gagal panen.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman juga meminta dibentuk tim pemantau dari Dinas PUPR, Dinas Pertanian, dan Kecamatan untuk mengawal hasil dialog dengan PT Minarta pelaksana Proyek 65 Miliar dana APBN tersebut.

Dalam video di akun milik pribadi, Bupati Tegal menjelaskan bahwa ini Tak ada yang menentang pembangunan, namun karena miskinnya komunikasi, dan abainya empati telah membuat rakyat kecil kembali jadi korban.

Di tengah kebijakan besar dan anggaran miliaran rupiah untuk ketahanan pangan, realitas di akar rumput masih menampilkan ironi, petani tanpa air, sawah tanpa panen.

Untuk diketahui, bahwa Satu proyek bisa membanggakan pemerintah, tapi juga bisa menghapus puluhan ton gabah hingga menghancurkan ratusan dapur rakyat.

“Saya minta kawal hasil dialog ini, agar  proyek terkait  Revitalisasi Bendungan Danawarih senilai Rp. 65 Miliar berjalan sesuai harapan masyarakat.

Termasuk kompensasi dapat terlaksana dengan cepat, agat petani tak terlalu lama merugi” ujar Bupati Tegal Ischak Maulana.***

Tim Redaksi

Cahyo
Reporter Cahyo
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Cahyo

Terbaru dari Cahyo