Portal Pantura – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca terbaru untuk wilayah Indonesia yang berlaku pada Minggu, 19 Juli 2026.
Masyarakat di beberapa wilayah diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan lebat.
Kondisi cuaca signifikan ini dipicu oleh kombinasi dinamika atmosfer, yaitu daerah perlambatan angin (konvergensi) dan pertemuan angin (konfluensi).
Fenomena Konvergensi dan Konfluensi
BMKG memprediksi daerah konvergensi akan terbentuk di berbagai wilayah, mulai dari ujung barat hingga timur Indonesia.
Wilayah tersebut meliputi Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.
Di Kalimantan, konvergensi juga terjadi di Kalimantan Barat, Tengah, Timur, dan Utara.
Sementara di Sulawesi dan Indonesia Timur, fenomena ini terpantau di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Selain konvergensi, daerah konfluensi juga diprediksi terbentuk di sejumlah perairan.
Perairan tersebut antara lain Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Malaka, Laut Cina Selatan, Laut Filipina, dan Samudra Pasifik Utara Papua.
Kondisi dinamika atmosfer ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
Tim Redaksi

