Portal Pantura, Brebes – Pemilihan umum di Indonesia masih menyisakan banyak persoalan pelik di tingkat akar rumput. Salah satu akar masalah krusial adalah ketiadaan sistem identitas tunggal atau single identity bagi setiap warga negara.
Tantangan Identitas Pemilih di Indonesia
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN), Wahyudin Noor Aly, menyoroti kompleksitas data pemilih yang kerap tumpang tindih. Sebagai contoh, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) sering kali tercatat ganda di data kedutaan besar dan daerah pemilihan asalnya.
Pentingnya Persiapan Jauh Hari
Persoalan mendasar ini menuntut pembenahan serius yang harus dimulai sejak jauh-jauh hari meski pemilu masih lama. Sosialisasi masif kepada masyarakat mutlak diperlukan agar pemilih memiliki rasa tanggung jawab penuh terhadap suaranya.
“Sosialisasi perlu dilakukan agar pemilih bisa bertanggung jawab dan jangan lepas tanggung jawab,” ujar pria yang akrab disapa Goyud dalam acara Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan, Rabu (5/8/2026), di Syakilla Room, Grand Dian Hotel Bumiayu.
Kriteria Wakil Rakyat yang Ideal
Pemilih yang cerdas akan melahirkan wakil rakyat di DPR maupun DPRD yang berkualitas untuk mengabdi selama lima tahun penuh. Kinerja optimal pasca-pemilu menjadi tolok ukur utama dedikasi seorang politisi di parlemen.
Rapat Paripurna Sebagai Ruh Parlemen
Anggota DPR RI ini menegaskan bahwa keaktifan mengikuti agenda dewan, khususnya rapat paripurna, adalah harga mati. Rapat paripurna dinilai sebagai ruh utama dalam denyut nadi lembaga legislatif.
Kebijakan Berpihak pada Rakyat
Indikator utama legislator yang layak dipilih kembali adalah konsistensi dalam menelurkan kebijakan pro-rakyat. Kualitas produk legislasi yang dihasilkan menjadi cerminan langsung integritas sang wakil rakyat.
“Jangan sampai aturan yang dibuat memberatkan rakyat,” tegas Goyud di hadapan para peserta.
Solusi Cerdas Tingkatkan PAD
Upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak harus selalu ditempuh lewat jalur naiknya beban pajak masyarakat. Optimalisasi kinerja BUMN dan BUMD dinilai jauh lebih bijak tanpa harus mencekik ekonomi rakyat.
Acara penting ini turut dihadiri oleh anggota DPRD Provinsi Jateng Zaki Safrufin Prihatin, anggota DPRD Brebes Ade Apriyanyo, serta Komisioner KPU Brebes Aniq Kanafillah Aziz.***
Tim Redaksi
