Andry juga menyampaikan bahwa aksi tanggap bencana ini menjadi bagian dari hubungan panjang Sharp yang telah tumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 56 tahun.
Sinergi Lintas Sektor untuk Tanggap Bencana
Penanganan dampak bencana gempa di NTT membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, sektor swasta, dan organisasi kemanusiaan.
Pemerintah Provinsi NTT sendiri telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Langkah serupa juga dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai sejak 15 Agustus hingga 12 September 2026.
Manager Business & Social Institution Human Initiative, Destira Maryati, menyampaikan apresiasinya atas respon cepat dan kepedulian yang ditunjukkan oleh Sharp Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan dari Sharp Indonesia. Kolaborasi ini sangat berarti untuk menguatkan warga terdampak di Nagekeo dan wilayah NTT lainnya agar bisa segera memulihkan kehidupan mereka,” tutur Destira.
melalui sinergi bersama ini, proses penanganan pascabencana diharapkan berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.***
Tim Redaksi
