TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Keuangan & BisnisSorotan Utama

Pasar Kripto Gonjang-ganjing, Peretasan Binance Libatkan US$ 6 Miliar

×

Pasar Kripto Gonjang-ganjing, Peretasan Binance Libatkan US$ 6 Miliar

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Pixabay/pexels)
Ilustrasi Bitcoin. (Foto: Pixabay/pexels)
IKLAN
⚡ RINGKASAN
Binance diretas hebat, namun dana pengguna aman dan Rp 48 triliun aset dibekukan. Layanan penarikan tutup sementara, sementara industri bersatu melacak peretas.
Ukuran teks

Portal Pantura – Industri mata uang global kembali diguncang oleh insiden keamanan siber yang berskala masif. Platform pertukaran terbesar di dunia, Binance, baru saja mengalami peretasan hebat pada sistem operasionalnya.

Meskipun serangan siber tersebut tergolong masif, manajemen memastikan bahwa dana seluruh pengguna tetap berada dalam kondisi aman. Kepastian ini disampaikan setelah aset senilai kurang lebih US$ 3 miliar yang terkait dengan peretasan langsung dibekukan.

Sebagai langkah antisipasi darurat, pihak manajemen memutuskan untuk menghentikan sementara layanan penarikan dana bagi para pengguna. Langkah taktis ini diambil guna memutus rantai pergerakan aset ilegal yang dikuasai oleh pihak peretas.

iklan

Selain menghentikan penarikan, Binance segera mencabut otorisasi pada seluruh alamat dompet digital yang terdampak serangan. Tim keamanan juga langsung berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum serta perusahaan intelijen blockchain terkemuka.

Seluruh proses investigasi mendalam ini ditargetkan rampung agar layanan penarikan bisa kembali beroperasi normal dalam 48 jam. Pengguna diminta untuk tetap tenang dan bersabar menanti pemulihan sistem secara menyeluruh dari pihak internal.

Untuk mengembalikan kepercayaan publik, perusahaan berkomitmen menanggung seluruh potensi kerugian melalui dana cadangan darurat. Dana tersebut bersumber langsung dari Secure Asset Fund for Users atau yang dikenal dengan singkatan SAFU.

Selain itu, manajemen berencana merilis laporan teknis terperinci setelah proses penanganan insiden ini benar-benar selesai. Bukti cadangan aset atau Proof of Reserves juga akan segera diperbarui demi transparansi kepada para investor.

Komitmen Keamanan dan Penyelidikan Lanjutan

Pihak internal memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi kebocoran pada kunci privat dompet. Investigasi lanjutan terus berjalan secara ketat guna memverifikasi seluruh fakta di balik insiden keamanan tersebut.

“Kami belum menemukan bukti kebocoran kunci privat dompet. Kami akan membagikan laporan teknis terperinci setelah penyelidikan selesai dan seluruh fakta terverifikasi,” demikian pernyataan resmi pihak Binance.

Kolaborasi Industri Membekukan Dana Curian

Serangan ini memicu solidaritas yang luar biasa dari berbagai perusahaan besar di sektor aset digital. Sejumlah platform terkemuka turut bergerak cepat membekukan aliran aset yang diduga kuat berkaitan dengan insiden.

Pimpinan tertinggi Circle, Jeremy Allaire, mengumumkan bahwa perusahaannya sukses membekukan lebih dari US$ 800 juta USD Coin. Langkah preventif ini sangat membantu dalam mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan siber.

Aksi Cepat Tether dan Ripple

Langkah serupa juga diambil oleh CEO Tether, Paolo Ardoino, yang mengonfirmasi pembekuan lebih dari US$ 1,5 miliar stablecoin USDT. Angka fantastis ini menunjukkan betapa masifnya nilai transaksi gelap yang coba diselamatkan oleh industri.

Di sisi lain, perusahaan teknologi finansial Ripple turut berupaya membekukan dana terkait yang tersimpan dalam stablecoin RLUSD. Salah satu petinggi Ripple menyebutkan bahwa perusahaannya berhasil menghentikan pergerakan dana sekitar US$ 200 juta.

Kendati demikian, total aset yang berhasil dibekukan saat ini diperkirakan baru mencakup sebagian kecil dari keseluruhan kerugian. Penyedia data Arkham Intelligence mencatat ada hampir US$ 6 miliar aset digital yang diduga terlibat.

Angka jumbo tersebut mencakup berbagai jenis mata uang digital populer mulai dari Bitcoin, Ether, Solana, hingga berbagai stablecoin. Sebanyak 55 alamat dompet digital terdeteksi aktif terlibat dalam eksploitasi sistem keamanan tersebut.

Dampak Signifikan Terhadap

Kabar peretasan ini langsung memberikan tekanan psikologis yang cukup berat terhadap pergerakan global. Nilai tukar Bitcoin sempat mengalami koreksi tajam lebih dari 4% hingga menyentuh level US$ 77.994,96.

Sentimen negatif ini tidak hanya berdampak pada aset digital, tetapi juga merambah ke sektor saham perusahaan pendukung. Saham Circle terpantau ikut terkoreksi sekitar 5% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Catatan Kelam Keamanan Siber

Peristiwa peretasan bukanlah fenomena baru yang pertama kali mencuat di dalam industri mata uang digital global. Sepanjang sejarahnya, sektor ini kerap menjadi sasaran empuk kelompok peretas profesional berteknologi tinggi.

Sebagai catatan, pada tahun 2025 lalu platform Bybit juga pernah mengalami kerugian fantastis akibat serangan siber. Nilai kerugian yang diderita Bybit saat itu mencapai kisaran US$ 1,5 miliar dari berbagai aset digital.

Tidak hanya itu, platform perdagangan Bitget juga sempat kehilangan aset digital bernilai lebih dari US$ 350 juta. Rangkaian insiden ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelaku industri untuk terus memperketat sistem keamanan digital mereka.***

Setyo

Terbaru dari Setyo