Portal Pantura – Aplikasi pesan instan populer, WhatsApp, kembali memperketat sistem keamanannya. Kali ini, mereka menyiapkan mekanisme baru yang melarang akses masuk dari HP bersistem operasi lawas.
Kebijakan ini menyasar pengguna ponsel pintar berbasis Android maupun iOS. Tujuannya tidak lain untuk melindungi privasi dan data pribadi para penggunanya dari ancaman siber.
Mengutip laporan dari laman GSMArena pada Rabu (7 Oktober 2026), pembaruan ini digulirkan melalui sistem server-side update. Artinya, mekanisme penolakan ini akan langsung aktif di perangkat pengguna secara bertahap.
Nantinya, sistem akan otomatis meminta pengguna untuk memperbarui sistem operasi ponsel mereka terlebih dahulu. Syarat ini menjadi kewajiban mutlak sebelum pengguna diizinkan masuk kembali ke akun WhatsApp masing-masing.
Tidak Ada Opsi Lewati
Menariknya, pihak pengembang sama sekali tidak menyediakan tombol atau pilihan untuk melewati tahapan pembaruan ini. Anda harus benar-benar memastikan sistem operasi di HP sudah ter- update ke versi yang didukung.
Jika pembaruan sistem operasi pada perangkat sudah selesai, pengguna baru bisa mencoba login kembali. Pada layar peringatan tersebut, pengguna juga akan dipandu terkait cara mengecek versi sistem operasi yang sedang digunakan.
Langkah tegas nan berani ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat dari perusahaan. WhatsApp menitikberatkan pada faktor keamanan siber yang kian rentan dimanfaatkan oleh orang tak bertanggung jawab.
Sistem operasi versi lama umumnya memiliki celah keamanan fatal yang sudah banyak diketahui publik. Titik lemah inilah yang sering dieksploitasi oleh para peretas untuk melancarkan aksinya.
Ancaman Malware Intai HP Jadul
Celah keamanan pada sistem lama sangat berpotensi menjadi pintu masuk bagi perangkat lunak jahat atau malware. Virus ini bisa dengan mudah tertanam di dalam perangkat tanpa disadari oleh pemilik ponsel.
Bahayanya tidak berhenti pada satu ponsel yang sudah terinfeksi tersebut. HP yang disusupi malware bisa dikendalikan jarak jauh untuk mengirimkan tautan jebakan kepada daftar kontak pengguna.
Tim Redaksi

