Di bursa London, kontrak berjangka kopi Robusta untuk Juli 2026 merosot tajam sebesar 303 USD/ton (7,46 persen) ke level 3.761 USD/ton. Sementara itu, di bursa New York, kontrak Arabika Juli 2026 ditutup pada 324,25 sen AS/pon, melemah 2,22 persen.
Daftar Kontrak Berjangka Robusta (London)
Kontrak Juli 2026: 3.761 USD/ton (turun 303 USD/ton)
Kontrak September 2026: 3.741 USD/ton (turun 131 USD/ton)
Kontrak November 2026: 3.712 USD/ton (turun 127 USD/ton)
Mengapa Harga Kopi Anjlok?
Fluktuasi yang terjadi pekan ini dinilai sangat dinamis. Setelah sempat mencatatkan kenaikan fantastis hingga 19 persen pada dua hari pertama Juli 2026, keuntungan tersebut terkikis drastis dalam dua sesi perdagangan berikutnya.
Faktor pasokan global disinyalir menjadi pemicu utama. Lembaga Caferon memproyeksikan panen di Rondonia, Brasil, akan mencapai 3 juta karung kopi Robusta, melampaui taksiran awal Conab sebesar 2,77 juta karung. Peningkatan volume panen ini mencapai hampir 30 persen dibanding musim sebelumnya.
Pasar saat ini masih mencari titik keseimbangan baru. Pedagang terus memantau stabilitas harga global untuk menentukan langkah penjualan selanjutnya. Di sisi lain, komoditas perkebunan seperti lada justru mencatatkan tren positif dengan kenaikan harga antara 3.000 hingga 5.000 VND/kg.
Catatan: Informasi ini bukan saran investasi. Konsultasikan dengan penasihat keuangan atau otoritas pasar terkait sebelum mengambil keputusan perdagangan. Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu.***

