Portal Pantura – Pasar logam mulia domestik menunjukkan pergerakan menarik pada perdagangan akhir pekan.
Harga emas perhiasan dalam berbagai kadar kadar karat terpantau cenderung stabil dengan beberapa koreksi tipis di penyedia utama.
Berdasarkan pemantauan pada Sabtu pagi, 7 November 2026, pergerakan harga terjadi di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, serta Laku Emas.
Penyesuaian nilai jual ini menjadi pijakan penting bagi para kolektor maupun masyarakat yang hendak bertransaksi.
Faktor Pembentuk Dinamika Harga Emas Perhiasan
Secara umum, nilai tukar emas perhiasan dipengaruhi oleh konstelasi pasar ekonomi global yang terus berkembang dinamis.
Permintaan bahan baku dari industri perhiasan dunia menjadi salah satu pendorong utama pergerakan harga harian.
Selain itu, fluktuasi nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah turut menentukan naik turunnya harga di tingkat retail.
Kebijakan bank sentral dalam mengelola cadangan devisa dan aset emas juga memberikan dampak tidak langsung bagi pasar lokal.
Bagi calon pembeli maupun investor, pemantauan berkala sangat diperlukan sebelum melakukan transaksi jual beli perhiasan.
Langkah ini penting diambil agar konsumen dapat memperoleh momentum harga terbaik di pasaran.
Update Harga Emas Perhiasan di Raja Emas Indonesia
Di gerai Raja Emas Indonesia, beberapa varian kadar karat mengalami koreksi harga yang cukup bervariasi pada 7 November 2026.
Emas perhiasan kadar 24 karat dipatok seharga Rp 2.093.000 per gram setelah mengalami penurunan sebesar Rp 7.000.
Sementara itu, untuk kadar 23 karat bertahan stabil pada angka Rp 2.000.000 per gram tanpa perubahan harga.
Koreksi juga terjadi pada kadar 22 karat yang turun Rp 17.000 menjadi Rp 1.985.000 per gram.
Adapun kadar 21 karat hingga 12 karat dilaporkan bergerak stagnan dibandingkan periode perdagangan sebelumnya.
- Kadar 21 Karat: Rp 1.810.000 per gram
- Kadar 20 Karat: Rp 1.724.000 per gram
- Kadar 19 Karat: Rp 1.637.000 per gram
- Kadar 18 Karat: Rp 1.575.000 per gram
- Kadar 17 Karat: Rp 1.485.000 per gram
- Kadar 16 Karat: Rp 1.400.000 per gram
- Kadar 15 Karat: Rp 1.293.000 per gram
- Kadar 14 Karat: Rp 1.206.000 per gram
- Kadar 13 Karat: Rp 1.120.000 per gram
- Kadar 12 Karat: Rp 1.035.000 per gram
Daftar Harga di Hartadinata Abadi
Penyedia perhiasan Hartadinata Abadi mencatatkan tren pergerakan harga yang cenderung konstan untuk seluruh lini produknya.
Pilihan perhiasan dengan kadar 22 karat dibuka pada level Rp 2.477.000 per gram.
Untuk kadar 20 karat, harga jual bertahan kuat di kisaran Rp 2.291.000 per gram.
Konsumen yang mencari kadar menengah seperti 17 karat dapat membelinya dengan harga Rp 2.012.000 per gram.
Sedangkan varian 16 karat ditawarkan seharga Rp 1.900.000 per gram.
Untuk kadar yang lebih rendah, Hartadinata Abadi menyediakan beberapa opsi ekonomis bagi masyarakat.
Kadar 9 karat dipatok Rp 1.274.000 per gram, kadar 8 karat senilai Rp 1.174.000 per gram, serta kadar 6 karat sebesar Rp 1.006.000 per gram.
Pergerakan Patokan Harga di Laku Emas
Platform Laku Emas dari grup CMK juga memperlihatkan tren pembentukan harga yang stabil pada perdagangan Sabtu 7 November 2026.
Perhiasan emas 24 karat di jaringan ini dibanderol dengan harga Rp 2.101.000 per gram.
Pilihan lain seperti kadar 23 karat berada di tingkat harga Rp 1.941.000 per gram.
Berikut deretan lengkap rincian harga emas perhiasan di Laku Emas untuk berbagai tingkatan kadar:
- Kadar 22 Karat: Rp 1.858.000 per gram
- Kadar 21 Karat: Rp 1.776.000 per gram
- Kadar 20 Karat: Rp 1.690.000 per gram
- Kadar 19 Karat: Rp 1.604.000 per gram
- Kadar 18 Karat: Rp 1.518.000 per gram
- Kadar 17 Karat: Rp 1.432.000 per gram
- Kadar 16 Karat: Rp 1.346.000 per gram
- Kadar 15 Karat: Rp 1.262.000 per gram
- Kadar 14 Karat: Rp 1.177.000 per gram
- Kadar 13 Karat: Rp 1.093.000 per gram
- Kadar 12 Karat: Rp 1.007.000 per gram
Strategi Bijak Mengoleksi Perhiasan Emas
Melihat fluktuasi harga harian ini, calon pembeli disarankan jeli membandingkan harga antar toko maupun distributor resmi.
Langkah ini penting untuk memastikan nilai investasi jangka panjang maupun pemenuhan kebutuhan gaya hidup tetap optimal.***

