“Kami prioritaskan penguatan modal dulu agar bisa melayani lebih banyak nasabah,” jelas Saeruroh.
BUMDESMA juga mengembangkan unit usaha baru berupa Toko Alat Tulis Kantor (ATK). Unit ini akan mendapat suntikan modal dari surplus 2024 pada tahun 2026.
Camat Apresiasi, Minta Tunggakan Dilunasi
Camat Tonjong Lukman Hakim mengapresiasi capaian BUMDESMA UPK Berkah Tonjong. Ia menghimbau kepala desa dan masyarakat segera melunasi tunggakan pinjaman.
“Kelancaran penyaluran pinjaman sangat bergantung kedisiplinan nasabah membayar,” ujar Lukman.
Tenaga Ahli Ingatkan Risiko Kredit Terlalu Besar
Tenaga ahli Kabupaten Brebes memberikan catatan penting terkait pengelolaan risiko. Rasio risiko kredit dinilai sudah terlalu besar dibanding surplus.
“Pendapatan Rp2,5 miliar, risiko kredit Rp2 miliar, sementara surplus hanya Rp1,2 miliar. Ini perlu diwaspadai,” kata tenaga ahli tersebut.
Meski demikian, ia mengapresiasi kemampuan BUMDESMA mengelola aset. Dari modal awal Rp3 miliar saat berdiri, kini aset membengkak jadi Rp13 miliar.
Potensi Jadi Perseroan Simpan Pinjam
Ke depan, BUMDESMA UPK Berkah Tonjong berpotensi naik kelas menjadi perseroan simpan pinjam. Dengan status tersebut, lembaga bisa melayani tabungan masyarakat seperti bank.
Perseroan simpan pinjam juga akan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pengawasan ketat ini diharapkan meningkatkan kepercayaan dan profesionalisme pengelolaan.
Transformasi menjadi perseroan membutuhkan persiapan matang. Mulai dari penguatan kelembagaan, SDM, hingga sistem manajemen risiko yang lebih baik.***

