TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

Jawa Tengah Terapkan Program Pangan Murah Terintegrasi dengan Layanan Kesehatan di Grobogan

×

Jawa Tengah Terapkan Program Pangan Murah Terintegrasi dengan Layanan Kesehatan di Grobogan

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ahmad Luthfi turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan warga yang memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Dalam kunjungan tersebut, Luthfi mengecek langsung bagaimana integrasi layanan kesehatan Speling dan penyaluran bantuan sosial berpadu menjadi satu paket bantuan terpadu. Program ini menjadi strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat menjelang Idulfitri. (Foto: Istimewa)
Gubernur Ahmad Luthfi turun langsung ke lapangan untuk berinteraksi dengan warga yang memanfaatkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Dalam kunjungan tersebut, Luthfi mengecek langsung bagaimana integrasi layanan kesehatan Speling dan penyaluran bantuan sosial berpadu menjadi satu paket bantuan terpadu. Program ini menjadi strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan dan meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat menjelang Idulfitri. (Foto: Istimewa)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menghadirkan inovasi layanan terpadu untuk membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan menjelang Ramadan. Strategi ini menggabungkan tiga program utama: Gerakan Pangan Murah (GPM), layanan kesehatan Spesialis Keliling (Speling), serta penyaluran bantuan sosial yang dilaksanakan secara bersamaan di berbagai lokasi.

Pada Senin, 2 Maret 2026, wujud integrasi program ini nampak nyata di Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten . Pemerintah daerah menyalurkan subsidi pangan senilai Rp 111 juta dalam satu kegiatan operasional. Gubernur hadir langsung untuk memastikan layanan yang diberikan tepat sasaran dan menjangkau kebutuhan riil masyarakat.

Konsep Layanan Terpadu untuk Kemudahan Akses

Gubernur Luthfi menjelaskan filosofi di balik penggabungan ketiga program tersebut. Menurutnya, dengan menghadirkan berbagai layanan dalam satu tempat, pemerintah berupaya mengurangi beban masyarakat dalam mencari bantuan. Pelayanan kesehatan gratis melalui Speling menjadi daya tarik awal, sementara program pangan murah dan bantuan sosial memperkuat tujuan utama membantu ekonomi keluarga.

iklan

“Kami memahami bahwa masyarakat lebih tertarik datang jika mendapatkan manfaat langsung dan terintegrasi. Dengan sistem ini, warga bisa mendapatkan layanan kesehatan, membeli kebutuhan pangan dengan harga terjangkau, sekaligus menerima bantuan sosial dalam satu lokasi,” ujar Luthfi.

Rincian Komoditas dan Mekanisme Distribusi

Sri Broto Rini, Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, merinci komoditas yang disalurkan di mencakup beras dengan dua tingkat kualitas (2 ton SPHP senilai Rp 22,4 juta dan 2 ton premium senilai Rp 25 juta), telur (500 kg), minyak goreng (1.000 liter), serta bumbu dapur berupa bawang merah, bawang putih, dan cabai dengan kuantitas 100 kilogram masing-masing. Gula pasir sebanyak 1 ton dan komoditas pelengkap lainnya turut dimasukkan dalam paket bantuan.

Mekanisme distribusi dirancang untuk memberikan fleksibilitas maksimal kepada konsumen. Masyarakat berhak memilih komoditas sesuai kebutuhan keluarga tanpa kewajiban membeli paket lengkap. Pemerintah juga memfasilitasi aspek logistik seperti transportasi, kemasan, dan bongkar muat sehingga harga jual setara dengan harga produsen dan jauh lebih murah dibanding harga pasar.

Kolaborasi dengan Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) menjadi kunci efektivitas program. Keterlibatan institusi lokal ini memastikan pangan sampai ke tangan konsumen dengan harga optimal sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku usaha skala kecil.

Pencapaian Layanan Kesehatan

Data Dinas Kesehatan Jawa Tengah per 28 Februari 2026 menunjukkan keberhasilan program kesehatan dalam skala luas. Sepanjang periode yang dievaluasi, sebanyak 957 kegiatan Speling telah terlaksana, menjangkau 414 kecamatan di 35 kabupaten dan kota dengan total 93.599 jiwa mendapatkan pelayanan spesialis keliling.

Program Cek Kesehatan Gratis mencapai hasil lebih impresif lagi, dengan realisasi 2.523.102 peserta dari total 2.634.599 pendaftar, menunjukkan tingkat kehadiran 95,77 persen.

Persiapan Menghadapi Puncak Konsumsi Ramadan

Integrasi ketiga program ini dianggap strategis mengingat Ramadan dan Idulfitri akan meningkatkan kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat secara signifikan. Dengan menyediakan pangan bersubsidi dan akses kesehatan gratis secara bersamaan, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga selama bulan puasa.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P