UPDATE TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
Ekonomi

KDMP Kalijurang Proyeksikan Kontribusi 20 Persen untuk Pendapatan Asli Desa

×

KDMP Kalijurang Proyeksikan Kontribusi 20 Persen untuk Pendapatan Asli Desa

Sebarkan artikel ini
Suasana Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembahasan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Gedung Pusat Kesehatan Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Selasa (9/12/2025). Musdesus dihadiri Kepala Desa, BPD, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, ketua RT dan RW untuk membahas rencana investasi senilai Rp3 miliar yang ditargetkan menyumbang 20 persen SHU ke kas desa. Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.
Suasana Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pembahasan lokasi pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Gedung Pusat Kesehatan Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, Selasa (9/12/2025). Musdesus dihadiri Kepala Desa, BPD, perangkat desa, dan tokoh masyarakat, ketua RT dan RW untuk membahas rencana investasi senilai Rp3 miliar yang ditargetkan menyumbang 20 persen SHU ke kas desa. Foto: Portal Pantura/Yudhi Prasetyo.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Desa Kalijurang, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, mengambil langkah progresif membangun Koperasi Desa Merah Putih (). Program ini diharapkan menyumbang 20 persen Sisa Hasil Usaha (SHU) untuk Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Kalijurang Edi Riyanto menyampaikan hal tersebut usai Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), Selasa (9/12/2025). Pertemuan digelar di Gedung Pusat Kesehatan Desa (PKD) Kalijurang untuk membahas lokasi pembangunan .

“Lokasi pembangunan di RT 06 RW 07 Kalisalak. Kami optimis akan membawa perubahan positif bagi perekonomian desa,” ujar Edi Riyanto.

Investasi Rp3 Miliar untuk Infrastruktur dan Modal Usaha

iklan

PT Agrinas Pangan Nusantara menjadi pelaksana pembangunan . Perusahaan BUMN ini lahir dari transformasi PT Yodia Karya pada Februari 2025. Fokus utamanya memperkuat kedaulatan dan ketahanan pangan nasional secara terintegrasi.

Total dana talangan mencapai Rp3 miliar. Rinciannya, Rp2,5 miliar untuk pembangunan fisik dan fasilitas penunjang serta Rp500 juta untuk modal usaha.

Bangunan memiliki luas 30×30 meter persegi. Fasilitas yang dibangun meliputi gedung utama, area parkir, sarana operasional, dan kendaraan untuk kegiatan koperasi.

Pemerintah desa berkewajiban mengembalikan dana talangan sebesar Rp500 juta per tahun. Sumber pengembalian berasal dari Dana Desa (DD) yang diterima setiap tahun.

Optimalisasi Tanah Bengkok untuk Produktivitas Desa

Edi Riyanto menegaskan, kehadiran tidak hanya soal infrastruktur. Program ini memanfaatkan tanah bengkok desa yang selama ini kurang produktif.

“Tanah bengkok bisa dikelola lebih optimal. menjadi wadah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Ia yakin meski padat modal, investasi ini akan memberikan dampak jangka panjang. Kontribusi 20 persen dari SHU ke kas desa akan memperkuat PADes. Dana ini dapat dialokasikan untuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P