Studi Kasus Nyata
Seorang pengikut kursus investasi di Karawang melihat peluang saat terjadi PHK massal. Dia membuka jasa pembuatan CV dengan tarif Rp150.000 per dokumen.
Dengan 1.000 klien per bulan, penghasilannya mencapai Rp150 juta. Padahal sebelumnya gajinya hanya Rp5 juta sebagai pekerja pabrik.
Ketika orang lain panik dan stres, dia melihat kesempatan bisnis.
Nilai diri Anda: Tambahkan 20 poin jika Anda tipe pencari peluang. Jika tidak, tulis 0.
3. Berani Keluar dari Zona Nyaman
David Schwartz dalam “The Magic of Thinking Big” menyatakan: kesuksesan tidak butuh kecerdasan super. Yang dibutuhkan adalah keberanian.
Zona nyaman adalah musuh pertumbuhan. Begitu Anda merasa nyaman, dunia akan berlomba mengalahkan Anda.
Warren Buffett sendiri mengakui kesalahannya karena terlalu lama bermain di zona nyaman. Dia anti investasi teknologi selama bertahun-tahun. Padahal sahabatnya Bill Gates, pendiri Microsoft.
Akhirnya Buffett berani keluar dari zona nyaman dan investasi di Apple. Hasilnya? Keuntungan terbesar portofolionya justru dari saham teknologi.
Contoh dari Dunia Bisnis Indonesia
Grup Jarum tidak puas hanya dengan bisnis rokok. Mereka diversifikasi ke perbankan (BCA), e-commerce (Blibli), media (Narasi), dan kuliner (Bakmi GM).
Jika mereka terlena di zona nyaman bisnis rokok, perusahaan bisa kolaps seiring menurunnya jumlah perokok.
Tim Redaksi
