Portal Pantura – Banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan kecil saat mengobrol bisa merusak sebuah hubungan secara perlahan.
Kesalahan paling umum yang sering dilakukan pria ketika berkomunikasi dengan wanita adalah kecenderungan untuk selalu membantah atau mengoreksi hal-hal kecil.
Sosiolinguis Deborah Tannen dari Georgetown University menjelaskan bahwa perbedaan gaya komunikasi ini dibentuk sejak masa anak-anak.
Anak perempuan umumnya dididik untuk membangun kesetaraan dan kebersamaan melalui cara berbicara yang suportif serta saling menjaga perasaan.
Sebaliknya, anak laki-laki cenderung diajarkan untuk menonjolkan diri dan bersaing demi meraih posisi atau status yang lebih tinggi.
Pria sering kali menggunakan gaya bahasa bersaing, salah satunya melalui metode debat verbal yang dikenal sebagai ritual opposition.
Gaya bicara ini berfokus pada upaya mencari kelemahan argumen lawan bicara ketimbang memahami makna pesan yang disampaikan secara utuh.
Di dunia kerja maupun interaksi sehari-hari, pola ini kerap muncul dalam bentuk menyela pembicaraan (manterrupting) atau menjelaskan sesuatu secara menggurui (mansplaining).
Menurut penelitian, pria memotong pembicaraan wanita di lingkungan kerja tiga puluh tiga persen lebih sering dibandingkan saat berbicara dengan sesama pria.
Bagi wanita, pola komunikasi yang penuh interupsi dan perdebatan mendetail ini terasa seperti serangan personal yang sangat mengganggu.

