Portal Pantura – Memoar berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth” karya aktris Aurelie Moeremans mendadak viral di media sosial. Buku nonfiksi ini menuai perhatian publik karena mengungkap pengalaman kelam sang aktris di masa lalu.
Diterbitkan Mandiri Tanpa Penerbit
Aurelie merilis karyanya secara mandiri pada 10 Oktober 2025. Ia tidak menggunakan jasa editor maupun penerbit dalam proses penerbitan buku ini.
Keputusan tersebut tampaknya diambil agar Aurelie bisa menyampaikan kisahnya tanpa penyuntingan yang mungkin mengubah esensi cerita.
Menariknya, aktris kelahiran Belgia ini tidak mengomersialkan bukunya. Siapa pun bisa mengakses memoar tersebut secara gratis.
Aurelie menyediakan dua versi bahasa: Indonesia dan Inggris. Keduanya dapat diunduh melalui tautan yang dibagikan di akun Instagram resminya.
Kisah Trauma Child Grooming
Dalam versi bahasa Indonesia, buku ini berjudul “Broken Strings: Kepingan Masa Muda yang Patah”. Memoar 24 bab ini berfokus pada pengalaman Aurelie sebagai korban child grooming.
Child grooming adalah praktik manipulasi psikologis terhadap anak atau remaja oleh orang dewasa untuk tujuan eksploitasi.
Aurelie bercerita tentang pertemuannya dengan seorang pria berusia 30-an tahun—yang disamarkan namanya menjadi Bobby—saat ia baru berusia 15 tahun.
Pertemuan itu terjadi di lokasi syuting iklan. Bobby awalnya tampil sebagai sosok yang perhatian dan peduli.
Namun hubungan itu kemudian berubah menjadi relasi tidak sehat. Aurelie mengalami manipulasi, kontrol emosional, serta kekerasan fisik dan psikologis.
Tim Redaksi
