Tidak semua guru siap menghadapi kurikulum baru. Pelatihan sering datang terlambat atau tidak memadai. Implementasi di kelas pun menjadi kurang optimal.
Kesenjangan antarsekolah juga menjadi soal. Penelitian dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (Sari & Putra, 2023) mengungkap bahwa sekolah di perkotaan jauh lebih mudah beradaptasi dibanding sekolah di pedesaan.
Fasilitas terbatas membuat perubahan terasa seperti beban, bukan kemajuan.
Solusi atau Masalah? Tergantung Kesiapan
Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan pergantian kurikulum.
Pergantian kurikulum bisa menjadi solusi sekaligus masalah, tergantung bagaimana prosesnya dijalankan.
Kunci utamanya bukan pada seberapa sering kurikulum berganti. Melainkan pada seberapa siap sistem pendidikan menghadapinya.
Tiga hal yang menentukan keberhasilan: pelatihan guru yang memadai, sosialisasi yang jelas, dan pemerataan fasilitas pendidikan.
Pertanyaan yang Sebenarnya
Pertanyaannya bukan lagi apakah kurikulum perlu diganti.
Pertanyaannya adalah: apakah kita sudah benar-benar siap menjalankannya?
Perubahan dalam pendidikan tidak bisa dihindari. Yang bisa dipilih adalah cara menyambutnya, dengan persiapan matang atau sekadar ikut-ikutan pergantian.***
Tim Redaksi
