IKLAN
Inside

Ganti Kurikulum Terus, Solusi atau Masalah? Ini Jawaban Ilmiahnya

Avatar photo
×

Ganti Kurikulum Terus, Solusi atau Masalah? Ini Jawaban Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi suasana kuliah. (Foto: Generate by ChatGPT/Portal Pantura)
Ilustrasi suasana kuliah. (Foto: Generate by ChatGPT/Portal Pantura)

Portal Pantura – Indonesia sudah berkali-kali mengganti . KTSP, 2013, lalu Merdeka. Guru lelah. Siswa bingung. Banyak yang mempertanyakan: untuk apa?

Ternyata, ada penjelasan ilmiahnya.

Memang Dirancang untuk Berubah

IKLAN

Dalam kajian pendidikan, bukan dokumen permanen. Ia adalah sistem dinamis yang harus terus menyesuaikan diri.

Teknologi berubah. Dunia kerja berubah. Generasi siswa pun berubah. Maka ikut berubah.

Kemendikbudristek menegaskan hal ini. Pembaruan bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menyiapkan siswa menghadapi tantangan abad ke-21.

Teori Pendidikan Mendukung Perubahan

Teori konstruktivisme menyatakan bahwa pembelajaran harus relevan dengan pengalaman dan kebutuhan nyata siswa. Sistem pendidikan yang stagnan justru berbahaya.

Riset dalam Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan mencatat bahwa adaptif mampu meningkatkan relevansi belajar dengan kehidupan sehari-hari peserta didik.

Dampak Positif yang Nyata

Perubahan bukan tanpa hasil. berbasis proyek, misalnya, terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi siswa.

Hal itu dikonfirmasi oleh penelitian dalam Jurnal Basicedu (Suherman dkk., 2023). Keterampilan semacam ini tidak bisa diasah hanya dengan menghafal.

Tapi Ada Masalah di Lapangan

Di sisi lain, realitas berkata lain.

Tidak semua guru siap menghadapi kurikulum baru. Pelatihan sering datang terlambat atau tidak memadai. Implementasi di kelas pun menjadi kurang optimal.

Kesenjangan antarsekolah juga menjadi soal. Penelitian dalam Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini (Sari & Putra, 2023) mengungkap bahwa sekolah di perkotaan jauh lebih mudah beradaptasi dibanding sekolah di pedesaan.

Fasilitas terbatas membuat perubahan terasa seperti beban, bukan kemajuan.

Solusi atau Masalah? Tergantung Kesiapan

Ini bukan soal setuju atau tidak setuju dengan pergantian kurikulum.

Pergantian kurikulum bisa menjadi solusi sekaligus masalah, tergantung bagaimana prosesnya dijalankan.

Kunci utamanya bukan pada seberapa sering kurikulum berganti. Melainkan pada seberapa siap sistem pendidikan menghadapinya.

Tiga hal yang menentukan keberhasilan: pelatihan guru yang memadai, sosialisasi yang jelas, dan pemerataan fasilitas pendidikan.

Pertanyaan yang Sebenarnya

Pertanyaannya bukan lagi apakah kurikulum perlu diganti.

Pertanyaannya adalah: apakah kita sudah benar-benar siap menjalankannya?

Perubahan dalam pendidikan tidak bisa dihindari. Yang bisa dipilih adalah cara menyambutnya, dengan persiapan matang atau sekadar ikut-ikutan pergantian.***

Tim Redaksi

Portal Pantura
Reporter Portal Pantura
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Portal Pantura

Terbaru dari Portal Pantura