Portal Pantura – Isu penyadapan terhadap pejabat tinggi negara kembali menyedot perhatian publik setelah pengungkapan kasus terbaru yang mengejutkan masyarakat. Sepanjang sejarah kepemimpinan di tanah air, tindakan ilegal ini terus berulang dan menimpa sejumlah kepala negara mulai dari era Reformasi hingga masa pemerintahan saat ini.
Praktik penyadapan tersebut tidak hanya menembus dinding pertahanan komunikasi internal Istana, tetapi juga melibatkan aktor-aktor besar mulai dari lembaga intelijen asing hingga oknum internal aparatur penegak hukum.
Berdasarkan fakta dan data yang telah terkonfirmasi secara resmi maupun terungkap ke publik, berikut adalah daftar Presiden Republik Indonesia yang terbukti pernah menjadi sasaran penyadapan.
Skandal Penyadapan di Era Reformasi
Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, tercatat sebagai salah satu kepala negara pertama di era Reformasi yang percakapannya bocor ke media massa.
Peristiwa ini terjadi pada bulan Desember tahun 1998 dan mulai terungkap secara luas ke hadapan publik pada awal tahun 1999.
Kala itu, rekaman percakapan telepon antara Presiden BJ Habibie dan Jaksa Agung M. Ghalib mendadak gempar setelah dipublikasikan oleh majalah Panji Masyarakat.
Isi percakapan yang beredar memuat pembahasan krusial terkait penanganan hukum serta pengusutan harta kekayaan mantan Presiden Soeharto.
Penyusupan Intelijen Asing terhadap SBY
Kasus serupa kembali terulang pada masa kepemimpinan Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Penyadapan terhadap SBY disinyalir berlangsung sejak bulan April hingga Agustus tahun 2009, namun baru terungkap ke publik pada tahun 2013.
Skandal internasional ini terbongkar setelah dokumen rahasia milik mantan kontraktor Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat, Edward Snowden, bocor ke media dunia.

