Portal Pantura – Karnaval di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes, bukan hanya sekadar hiburan. Warga menjadikannya ruang terbuka untuk mengekspresikan aspirasi sekaligus memperlihatkan potensi desa yang kaya budaya dan sejarah.
Desa Galuhtimur dikenal memiliki sumber daya alam melimpah serta peninggalan bersejarah. Dari kekayaan itu, lahir sejumlah wadah masyarakat seperti Deswita (Desa Wisata), Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan Sanggar Seni Galuh Purba. Berbagai kelompok ini berperan aktif dalam pelestarian budaya sekaligus promosi desa.
Karnaval dari Warga untuk Warga
Pada perayaan kali ini, kreativitas pemuda-pemudi terlihat dari penampilan seni tari. Mereka berasal dari Dukuh Kalipucung, wilayah yang menyimpan cagar budaya berupa Candi Gagang Golok. Pertunjukan ini menarik perhatian penonton sekaligus menegaskan bahwa karnaval menjadi media ekspresi masyarakat.
Menariknya, acara tersebut bukan agenda resmi pemerintah desa. Kegiatan ini murni inisiatif salah satu RW setempat. Fakta ini memperlihatkan bahwa warga memiliki semangat tinggi untuk menggerakkan potensi desa secara mandiri, meskipun dukungan pemerintah desa dinilai belum maksimal.
Semangat Kolektif Masyarakat
Keterlibatan masyarakat tidak hanya dari kalangan pemuda. Berbagai organisasi turut serta, mulai dari Karang Taruna, Nahdlatul Ulama (NU) beserta badan otonomnya, Muhammadiyah, hingga kelompok pemuda tingkat dukuh. Semua bergerak dengan tujuan sama, yaitu memajukan Desa Galuhtimur.
Semangat kolektif ini menunjukkan bahwa warga menyadari pentingnya persatuan dalam pembangunan. Karnaval pun menjadi ajang memperkuat identitas lokal, sekaligus sarana menjaga warisan budaya agar tetap lestari.
Potensi Besar, Dukungan Minim
Di balik semarak karnaval, ada catatan penting. Potensi Desa Galuhtimur yang besar belum sepenuhnya didukung kebijakan pemerintah desa. Minimnya perhatian dari pihak pemdes membuat sejumlah inisiatif masyarakat berjalan sendiri tanpa dukungan optimal.
Padahal, jika sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat bisa terjalin kuat, peluang kemajuan desa akan lebih terbuka. Wisata sejarah, kesenian tradisional, hingga kreativitas generasi muda berpotensi menjadi daya tarik sekaligus penggerak ekonomi lokal.
Karnaval Sebagai Pesan
Bagi masyarakat Desa Galuhtimur, karnaval bukan sekadar pesta rakyat. Lebih dari itu, karnaval adalah pesan simbolis. Warga ingin menunjukkan bahwa mereka mampu bergerak bersama, sekaligus berharap pemerintah desa memberikan perhatian lebih terhadap aspirasi yang muncul dari bawah.
Kekuatan partisipasi warga terlihat nyata dalam setiap rangkaian acara. Mulai dari persiapan, penampilan seni, hingga koordinasi antarorganisasi, semua dilakukan secara gotong royong. Hal ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masih kuat terjaga di desa tersebut.
Tim Redaksi
