IKLAN
Inside

Kasus Debt Collector di Bogor: Pengeroyokan Advokat dan Perampasan Kendaraan Diusut Polisi

Avatar photo
×

Kasus Debt Collector di Bogor: Pengeroyokan Advokat dan Perampasan Kendaraan Diusut Polisi

Sebarkan artikel ini

Menurut Antony, Bona menjelaskan bahwa ia tidak memiliki wewenang penuh terkait kontrak kendaraan tersebut, mengingat tanggung jawab tersebut berada pada kuasa hukum perusahaan lainnya.

Namun, pernyataan tersebut memicu kemarahan dari para debt collector yang kemudian menghina dan merendahkan profesi Bona sebagai advokat.

IKLAN

Saat Bona meninggalkan ruangan, situasi berubah menjadi kekerasan.

Sekitar 30 orang diduga terlibat dalam pengeroyokan Bona di depan kantor leasing tersebut.

Antony menjelaskan bahwa kliennya dipaksa keluar dari kendaraan, dihina secara verbal, dan akhirnya diseret secara paksa.

“Bona sempat dipiting dan dijatuhkan ke jalan raya. Akibatnya, kepalanya terbentur aspal, menyebabkan pusing yang berkepanjangan. Selain itu, kaki kanannya terkilir sehingga ia sulit berjalan tanpa tongkat, sementara lutut kirinya mengalami luka lecet,” ungkap Antony.

Selain penganiayaan fisik, para pelaku juga memaksa penguasaan kendaraan truk milik PT BML dengan cara yang dinilai tidak sah.

Antony menegaskan bahwa tindakan ini telah melanggar hukum dan mencederai keadilan bagi pemilik kendaraan.

Tuntutan Hukum

Atas insiden ini, kuasa hukum Bona dan PT BML mendesak aparat Polsek Gunung Putri dan Polres Bogor untuk segera menangkap dan menahan para pelaku.

Antony juga menyoroti tanggung jawab pihak ACC Finance dalam kasus ini, mengingat debt collector yang terlibat merupakan perpanjangan tangan dari perusahaan leasing tersebut.

Tim Redaksi

Yudhi P
Reporter Yudhi P
---
Penulis ---
Portal Pantura
Editor Portal Pantura
Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P