“Intinya, ini menjadi pioneer dan inspirasi yang baik bagi daerah-daerah lain,” tegasnya.
Ia berharap program edukasi keagamaan khusus kelompok lanjut usia seperti ini kelak dapat merambah ke wilayah lain dan berubah menjadi gerakan sosial yang masif.
Diwarnai Syukuran dan Tausiyah Gus Miftah

Prosesi peresmian dan syukuran gedung Madrasah Lansia ditandai dengan penyerahan tumpeng dari Ketua Muslimat NU Kalijurang kepada Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, S.H., M.H., serta pelepasan balon.
Suasana syukuran berlangsung meriah lantaran panitia turut menghadirkan dai kondang Miftah Maulana Habiburrahman atau yang populer dipanggil Gus Miftah untuk mengisi tausiyah.
Kepala Desa Kalijurang, Edi Riyanto, turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang telah menyukseskan pembangunan serta kegiatan keagamaan tersebut.
Ia berpesan agar Madrasah Lansia mampu menjadi wadah interaksi positif bagi para lansia dalam memperdalam ilmu agama sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
“Kami mendorong masyarakat menjaga semangat gotong royong agar kegiatan pendidikan keagamaan di Desa Kalijurang terus berkembang dan memberikan manfaat bagi warga,” terangnya.
Sementara itu, Gus Miftah dalam ceramahnya yang jenaka mengajak para jamaah untuk senantiasa bersyukur dan tidak membandingkan perjalanan hidup diri sendiri dengan orang lain.
Pendakwah nyentrik ini mengingatkan bahwa kecukupan rezeki yang diterima setiap insan sudah sepatutnya dibarengi dengan kepedulian sosial terhadap sesama.***

