Ia juga mencontohkan peran strategis PMI dalam mendirikan dapur umum di masa darurat, serta mendorong PMI untuk aktif terlibat dalam program-program sosial seperti pencegahan stunting, perbaikan rumah tidak layak huni.
Ini menunjukkan bahwa peran PMI terus berkembang, tidak hanya sebatas layanan darurat, melainkan untuk pula mendukung pembangunan sosial secara berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua PMI Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, menyampaikan bahwa orientasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai dasar PMI kepada para pengelola dan tenaga profesional di lingkungan PMI.
Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman tentang sejarah, prinsip dasar, hingga teknik-teknik dasar guna pelayanan kemanusiaan.
Tujuan utamanya adalah membentuk kader PMI memiliki pengetahuan, keterampilan, jiwa kemanusiaan, serta tanggung jawab sosial yang tinggi.
Orientasi Kepalangmerahan ini lebih dari sekadar pelatihan teknis. Ini adalah proses pembentukan karakter kemanusiaan dan juga menanamkan semangat solidaritas, dan membangun jaringan kerja sama yang solid di antara PMI di berbagai daerah.
Kegiatan ini menegaskan kembali bahwa semangat kepalangmerahan harus terus dipupuk dan dikembangkan PMI senantiasa hadir sebagai pelita dalam situasi darurat maupun dalam upaya pembangunan sosial.
PMI Wilayah III Jawa Tengah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam misi-misi kemanusiaan.
Melalui orientasi ini, semangat melayani tanpa pamrih, cepat tanggap bencana, dan konsisten memperjuangkan kesejahteraan masyarakat semakin diperkuat.
Pada akhirnya, orientasi ini bukan hanya tentang mengenal kembali jati diri PMI tapi juga meneguhkan komitmen bahwa setiap tindakan kecil kemanusiaan, terdapat pula harapan besar bagi dunia lebih baik.***
Tim Redaksi
