“Kami tidak hanya ikut menanam. Sat Polairud dan Polsek jajaran akan melakukan patroli rutin memantau pertumbuhan pohon mangrove,” ungkap Lilik.
Langkah ini diharapkan mencegah kerusakan pohon yang baru ditanam. Baik akibat ulah manusia maupun faktor alam.
Lilik menilai kehadiran Polri dalam kegiatan lingkungan mencerminkan peran aparat sebagai pelindung masyarakat. Termasuk melindungi dari bencana akibat kerusakan lingkungan.
Kolaborasi Jaga Pesisir
Kegiatan di Pantai Randusanga Indah berlangsung tertib dan antusias. Pelajar, aparat, dan masyarakat bekerja bahu-membahu menanam bibit mangrove di sepanjang pantai.
Setelah penanaman selesai, Gubernur Luthfi melakukan pengecekan kondisi wilayah pesisir. Ia memastikan program berjalan sesuai rencana di seluruh titik penanaman.
Gerakan Mageri Segoro menjadi bukti kolaborasi lintas sektor berhasil digerakkan. Pemerintah provinsi, kabupaten, TNI-Polri, swasta, hingga masyarakat bersatu menjaga kelestarian pesisir.
Program ini juga mengedukasi generasi muda tentang pentingnya ekosistem mangrove. Pohon ini tidak hanya mencegah abrasi, tapi juga menjadi habitat biota laut dan penyerap karbon alami.
Tantangan ke Depan
Meski capaian penanaman impresif, tantangan sebenarnya adalah pemeliharaan jangka panjang. Banyak program serupa di masa lalu gagal karena minimnya perawatan pasca-tanam.
Komitmen Gubernur Luthfi menambah anggaran dan janji patroli rutin Polres Brebes menjadi secercah harapan. Bahwa kali ini program pelestarian mangrove benar-benar serius dan berkelanjutan.
Jawa Tengah memiliki garis pantai sepanjang ratusan kilometer. Dari Brebes di barat hingga Rembang di timur. Semua butuh perlindungan dari abrasi yang mengancam pemukiman dan lahan produktif.

