TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

16 Ribu Pemudik Jawa Tengah Mudik Gratis ke Kampung: Ini Strategi Pemerintah Ringankan Beban Perantau

×

16 Ribu Pemudik Jawa Tengah Mudik Gratis ke Kampung: Ini Strategi Pemerintah Ringankan Beban Perantau

Sebarkan artikel ini
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Pulang kampung saat Lebaran sering menjadi mimpi bagi para perantau dengan penghasilan terbatas. Biaya transport yang membengkak, apalagi saat momen libur besar, membuat beberapa orang rela menunda kebersamaan dengan keluarga. Namun situasi ini mungkin berubah bagi ribuan warga Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta dan sekitarnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menggerakkan skema gratis yang melibatkan 325 armada bus. Ratusan kendaraan ini akan mengangkut 16.186 pemudik menuju 35 kabupaten dan kota di Jawa Tengah tanpa biaya sama sekali. Pelepasan keberangkatan resmi dilakukan Gubernur di Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Senin kemarin.

Logistik Besar-Besaran untuk Musim

Skala program ini memang impressive. Namun menurut , jumlah bus yang disiapkan masih belum memenuhi seluruh permintaan. “Kami juga menyiapkan armada kereta api untuk membantu lebih banyak pemudik,” ungkap dia.

iklan

Tidak hanya itu, pemerintah daerah bahkan merencanakan keberangkatan dari titik lain. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dijadwalkan melepas rombongan dari Bandung pada hari yang sama. Strategi multi-lokasi ini dirancang agar lebih banyak masyarakat perantau dapat mengakses fasilitas gratis.

Kolaborasi Lintas Sektor untuk Wujudkan Mimpi Pulang

Di balik kesuksesan logistik ini, ada kerja sama luas melibatkan 35 pemerintah lokal, Bank Jateng, dan berbagai mitra swasta. Strategi kolaborasi ini menunjukkan komitmen serius untuk meringankan beban masyarakat yang merantau di Jabodetabek.

Menurut data yang disampaikan Luthfi, mayoritas peserta bekerja di sektor informal—mulai dari pedagang bakso, driver ojek online, penjual warteg, pembantu rumah tangga, hingga mahasiswa dan penyandang disabilitas. Kelompok ini sering paling terdampak ketika transport mahal.

Dampak Ekonomi Lebih Luas dari Sekadar Perjalanan

Luthfi memberikan perspektif menarik tentang pentingnya memfasilitasi . Baginya, ini bukan hanya tentang silaturahmi keluarga. Ketika ribuan orang pulang ke daerah asal, terjadi perputaran uang, barang, dan orang yang signifikan bagi perekonomian lokal.

“Ini bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” katanya, menekankan bahwa program ini adalah tanggung jawab sosial pemerintah terhadap warganya yang merantau.

Program Balik juga Sudah Disiapkan

Tidak ketinggalan, pemerintah juga mengurus logistik kepulangan. Sama banyaknya dengan bus keberangkatan, armada untuk arus balik juga sudah disiapkan. Titik pemberangkatan arus balik akan dipusatkan di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, serta lokasi-lokasi strategis lainnya. Pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi online.

Cerita Nyata: Pemudik Susah Payah Kini Bisa Lega

Sugiyanto, seorang penyandang disabilitas dari Klego, Boyolali, menjadi salah satu benefisiari program ini. Dia tahu betul betapa berat beban biaya transport saat Lebaran. “Biasanya ke Soloraya bisa sampai Rp650 ribu per orang,” kata Sugiyanto. Dengan program gratis ini, dia bisa berkumpul bersama keluarga tanpa menguras kantong.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P