Royke juga menilai bahwa penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif dibandingkan menunggu hingga kerusakan terjadi. Selain menekan risiko bencana, langkah preventif juga dapat mengurangi potensi kerugian yang lebih besar bagi masyarakat.
“Penanganan awal sangat penting. Jika ada penguatan tebing sungai, tentu akan lebih aman bagi warga yang tinggal di sekitar bantaran,” katanya.
Sementara itu, warga yang bermukim di sekitar Sungai Kalierang kini memilih meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras turun. Mereka terus memantau kondisi bantaran sungai yang setiap saat berpotensi mengalami pengikisan lebih lanjut.
Masyarakat berharap adanya respons cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk meninjau langsung kondisi di lapangan serta merumuskan langkah penanganan yang efektif. Dengan adanya upaya tersebut, keamanan lingkungan serta keberlangsungan aktivitas warga di sekitar Sungai Kalierang dapat tetap terjaga.***

