TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Abrasi Sungai Kalierang Kian Parah, Pemukiman Warga Terancam

×

Abrasi Sungai Kalierang Kian Parah, Pemukiman Warga Terancam

Sebarkan artikel ini
Kondisi bantaran Sungai Kalierang di Brebes mengalami abrasi yang semakin mendekati jalan dan pemukiman warga, memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Kondisi bantaran Sungai di Kabupaten mulai memicu kekhawatiran warga. Pengikisan tanah di sepanjang aliran sungai dilaporkan semakin meluas dan berpotensi mengancam pemukiman penduduk serta infrastruktur di sekitarnya.

Sejumlah warga menyebut, dalam beberapa bulan terakhir pada tebing sungai terlihat semakin intens, terutama setelah curah hujan meningkat. Gerusan air yang terus terjadi membuat sebagian tanah di tepian sungai mengalami penurunan dan longsoran kecil.

Salah satu warga setempat, Royke Loru, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Menurutnya, jika tidak ada langkah penanganan dalam waktu dekat, kerusakan yang lebih besar dikhawatirkan akan terjadi.

iklan

Ia menjelaskan bahwa di beberapa titik bantaran sungai, jarak antara aliran air dan fasilitas umum seperti jalan serta rumah warga semakin menyempit. Kondisi ini membuat masyarakat sekitar merasa waswas, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

“Pengikisan tanah di pinggir sungai semakin terlihat. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin jalan lingkungan dan rumah warga di dekat bantaran akan terdampak,” ujar Royke saat meninjau lokasi yang mengalami .

Selain rumah warga, keberadaan fasilitas umum seperti tempat ibadah juga disebut berada tidak jauh dari area yang terdampak. Hal ini menambah kekhawatiran masyarakat karena jika terus berlanjut, bangunan tersebut berpotensi ikut terancam.

Mendekati Pemukiman Warga.(Dok: Istimewa)

Royke menambahkan bahwa faktor utama yang mempercepat abrasi adalah perubahan debit air yang cukup drastis saat musim hujan. Ketika volume air meningkat, arus sungai menjadi lebih deras dan mengikis struktur tanah yang relatif labil di sepanjang tebing sungai.

“Karakter tanah di beberapa bagian bantaran memang cukup rapuh. Saat debit air meningkat, arus sungai dengan mudah menggerus tanah hingga terjadi longsoran kecil,” jelasnya.

Menurutnya, upaya pencegahan perlu segera dilakukan sebelum kerusakan meluas. Ia berharap pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait dapat melakukan langkah penanganan yang tepat, seperti normalisasi aliran sungai maupun pembangunan struktur pengaman di sepanjang bantaran.

Beberapa solusi yang diusulkan antara lain pemasangan bronjong, pembangunan talud penahan tanah, atau bentuk penguatan tebing sungai lainnya yang bersifat permanen. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah abrasi semakin mendekati kawasan pemukiman.

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki