Portal Pantura, Brebes – Akses pertanian di Desa Cikuya, Kabupaten Brebes, kini semakin mudah setelah Jalan Usaha Tani (JUT) yang menjadi urat nadi aktivitas warga selesai diperbaiki melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes.
Perbaikan infrastruktur tersebut membawa dampak langsung bagi para petani. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini telah berubah menjadi jalur yang lebih layak dan aman untuk kendaraan pengangkut hasil panen.
Salah satu warga yang merasakan manfaatnya adalah Rami (50), petani setempat. Ia mengaku lega karena proses distribusi hasil pertanian kini tidak lagi menjadi kendala utama. Sebelumnya, ia dan petani lain harus bersusah payah memanggul atau menggunakan alat sederhana untuk membawa hasil panen keluar dari lahan.
“Sekarang kendaraan sudah bisa masuk. Tidak seperti dulu, jalannya rusak dan licin. Kami jadi lebih mudah membawa hasil panen,” ujar Rami saat ditemui di sekitar lokasi, Minggu (22/2/2026).
Perbaikan Jalan Usaha Tani tersebut merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD Reguler ke-127 yang digelar oleh Kodim 0713/Brebes. Program ini menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur pedesaan guna memperkuat perekonomian masyarakat.
Babinsa Koramil 14/Banjarharjo, Serda Djoko Santoso, yang turut memantau kondisi wilayah menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan jalan ini tidak lepas dari kerja sama antara TNI dan masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan warga dalam proses pengerjaan menjadi bukti kuatnya semangat gotong royong di desa tersebut. “Kami bekerja bersama warga. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat membantu percepatan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan solusi nyata terhadap persoalan infrastruktur yang selama ini menghambat aktivitas ekonomi warga.
Jalan Usaha Tani memiliki peran strategis bagi desa dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani. Akses yang baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar, mengurangi biaya angkut, serta menekan potensi kerusakan komoditas akibat keterlambatan pengiriman.
Sejak memasuki minggu kedua pelaksanaan TMMD, pengerjaan jalan dilakukan secara intensif. Sinergi antara TNI, unsur Polri, pemerintah desa, dan masyarakat setempat menjadi kunci utama kelancaran proyek tersebut.
Kepala desa setempat menyebut, sebelum diperbaiki, kondisi jalan kerap dikeluhkan warga karena menyulitkan kendaraan roda dua maupun roda empat. Saat musim hujan, jalan berubah menjadi berlumpur dan rawan kecelakaan.
Dengan selesainya pembangunan, diharapkan produktivitas pertanian warga meningkat. Selain memperlancar distribusi, akses yang lebih baik juga membuka peluang pengembangan sektor lain seperti perdagangan dan jasa di wilayah tersebut.
Program TMMD Reguler ke-127 ini menjadi bagian dari upaya pemerataan pembangunan di wilayah pedesaan Kabupaten Brebes. Infrastruktur yang memadai dinilai sebagai fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Bagi Rami dan petani lainnya, perubahan kondisi jalan bukan sekadar perbaikan fisik, tetapi juga menghadirkan harapan baru. Dengan akses yang lebih baik, mereka optimistis hasil kerja keras di sawah dan ladang dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi keluarga.***

