TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Akses Jalan TMMD di Cikuya Dorong Produktivitas Kebun Anggur, Petani Sambut Peluang Ekonomi Baru

×

Akses Jalan TMMD di Cikuya Dorong Produktivitas Kebun Anggur, Petani Sambut Peluang Ekonomi Baru

Sebarkan artikel ini
Jalan rabat beton program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes melintasi kebun anggur warga Desa Cikuya, mempermudah distribusi hasil panen.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Pembangunan jalan rabat beton melalui program TNI Manunggal Membangun Desa () Reguler ke-127 yang digelar Kodim 0713/ menghadirkan dampak langsung bagi warga Desa , Kabupaten . Infrastruktur baru tersebut kini membuka akses lebih mudah menuju lahan pertanian, termasuk kebun anggur milik warga setempat.

Salah satu petani yang merasakan manfaatnya adalah Yunus (55), pemilik kebun anggur yang lahannya dilintasi jalur rabat beton tersebut. Ia menilai pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi atas persoalan distribusi hasil panen yang selama ini dihadapi petani.

Menurut Yunus, kondisi jalan sebelumnya rusak dan tidak rata, sehingga menyulitkan proses pengangkutan buah anggur. Karakter buah yang mudah rusak membuat kualitas panen kerap menurun saat sampai ke pasar.

iklan

“Sekarang jalannya sudah bagus dan halus. Ini sangat membantu kami, terutama saat panen. Buah anggur tidak lagi terguncang berlebihan selama perjalanan,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Ia menambahkan, perbaikan akses jalan memberikan rasa aman sekaligus efisiensi waktu dan biaya distribusi. Jika sebelumnya petani harus ekstra hati-hati dan mengeluarkan ongkos tambahan akibat kerusakan hasil panen, kini risiko tersebut dapat ditekan.

Program Reguler ke-127 yang dilaksanakan Kodim 0713/ memang difokuskan pada pembangunan infrastruktur desa guna mempercepat pemerataan pembangunan wilayah. Jalan rabat beton di Desa Cikuya menjadi salah satu sasaran fisik yang dinilai strategis karena menghubungkan area permukiman dengan lahan pertanian produktif.

Selain mendukung kelancaran mobilitas warga, akses tersebut juga membuka peluang pengembangan potensi lokal. Desa Cikuya dikenal memiliki kondisi tanah dan iklim yang cocok untuk budidaya anggur. Sejumlah petani mulai mengembangkan komoditas ini sebagai alternatif sumber penghasilan.

Yunus melihat prospek ekonomi tanaman anggur cukup menjanjikan. Permintaan pasar relatif stabil, sementara kualitas buah dari wilayah tersebut dinilai mampu bersaing. Namun demikian, ia berharap ada dukungan lanjutan berupa pelatihan teknis budidaya agar hasil panen semakin optimal.

“Kami ingin ada penyuluhan atau pelatihan tentang cara merawat dan mengembangkan kebun anggur dengan baik. Kalau dikelola serius, ini bisa jadi komoditas unggulan desa,” katanya.

Harapan tersebut menjadi masukan penting bagi pelaksana program . Selain pembangunan fisik, kegiatan nonfisik seperti penyuluhan pertanian, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, dan penguatan ekonomi desa menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian masyarakat.

Keterpaduan antara pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan warga dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi pedesaan. Jalan yang memadai memperlancar distribusi, sementara peningkatan keterampilan petani mendorong produktivitas dan kualitas hasil pertanian.

Program sendiri merupakan wujud sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah terpencil maupun pedesaan. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat tidak hanya terwujud dalam pembangunan sarana fisik, tetapi juga dalam peningkatan kesejahteraan.

Bagi Yunus dan petani lainnya di Desa Cikuya, jalan rabat beton yang kini membelah kebun anggur mereka menjadi simbol perubahan. Akses yang lebih baik menghadirkan optimisme baru bahwa sektor pertanian desa mampu berkembang dan memberi kontribusi nyata terhadap perekonomian keluarga maupun daerah.

Dengan dukungan berkelanjutan, potensi anggur Cikuya berpeluang tumbuh sebagai komoditas khas yang bernilai tambah tinggi. Infrastruktur telah tersedia, kini harapan petani bertumpu pada penguatan kapasitas dan keberlanjutan program pemberdayaan.***

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki