Saat itu, arus lalu lintas dari arah Bumiayu sebenarnya sudah dibuka kembali untuk kendaraan umum yang melintas.
Ia tiba-tiba dikejutkan oleh laju mobil tangki BBM Pertamina berpelat nomor B 9376 FFV yang mendadak tak terkendali.
Kendaraan besar yang dikemudikan oleh Joni, warga Maos, Cilacap, tersebut menunjukkan indikasi kuat mengalami kerusakan pada sistem pengereman.
Laju kendaraan pembawa bahan bakar itu sama sekali tidak bisa diperlambat meski mendekati area pengerjaan proyek.
Dihantui kekhawatiran akan jatuhnya korban jiwa massal, Dayat langsung mengambil keputusan kilat yang penuh risiko.
Ia berinisiatif secara sadar menahan laju mobil tangki yang meluncur kencang ke arah keramaian pekerja proyek.
Upaya penghalangan tersebut dilakukan demi mencegah terjadinya petaka yang jauh lebih besar di lokasi padat aktivitas.
Meskipun usaha keras telah dikerahkan, benturan antarkedua raksasa jalan raya tersebut tetap tidak bisa dihindarkan.
Sorotan Warga: Desak Pelaksana Proyek Perketat Standar Keamanan
Warga sekitar lokasi kejadian langsung meluapkan kekhawatiran mendalam atas sistem pengamanan proyek di jalur tersebut.
Aktivitas pengerjaan jalan di titik ini dinilai menyimpan potensi bahaya tinggi bagi pengguna jalan maupun warga sekitar.
Tim Redaksi
