Portal Pantura – Ketika suara adzan berkumandang, suasana seringkali berubah jadi hening. Aktivitas berhenti sejenak, dan hati ikut terpanggil. Adzan bukan sekadar pengingat waktu salat, tapi juga seruan untuk mendekat kepada Sang Pencipta.
Menjawab adzan mungkin terlihat remeh—hanya sekadar mengulang lafadz. Tapi siapa sangka, balasannya bisa luar biasa. Rasulullah SAW sendiri memberikan perhatian besar pada amalan ini. Maka tak heran, para ulama menyebutnya sebagai dzikir yang ringan tapi berpahala besar.
Mengapa Harus Menjawab Adzan?
Menjawab adzan adalah bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW. Dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda:
“Jika kalian mendengar adzan, ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Artinya, siapa pun yang mendengar adzan dianjurkan menirukan lafadznya. Tak peduli sedang di rumah, kantor, pasar, atau bahkan di jalan.
Selain meneladani Nabi, menjawab adzan juga mendatangkan pahala dan syafa’at. Dalam riwayat Muslim disebutkan, orang yang mengulang lafadz adzan, lalu membaca shalawat dan memohon wasilah untuk Nabi Muhammad, akan mendapat syafa’at di hari kiamat.
Itulah kenapa, amalan ini tidak boleh dianggap enteng.
Cara Menjawab Adzan yang Sesuai Sunnah
Menjawab adzan tidak boleh sembarangan. Ada aturan dan urutannya. Berikut panduannya:
| Lafadz Muadzin | Jawaban Pendengar |
|---|---|
| Allahu Akbar, Allahu Akbar | Allahu Akbar, Allahu Akbar |
| Asyhadu alla ilaha illallah | Asyhadu alla ilaha illallah |
| Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah | Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah |
| Hayya ‘alash shalaah | Laa haula wa laa quwwata illa billah |
| Hayya ‘alal falaah | Laa haula wa laa quwwata illa billah |
| Allahu Akbar, Allahu Akbar | Allahu Akbar, Allahu Akbar |
| Laa ilaaha illallah | Laa ilaaha illallah |
Catatan untuk Adzan Subuh: Jika terdengar lafadz “Ash-shalaatu khairum minan-naum”, maka jawabannya adalah:
“Shadaqta wa bararta wa ana ‘ala dzalika minasy-syahidiin.”
Artinya: Engkau benar dan membawa kebaikan, dan aku termasuk orang yang menyaksikannya.
Doa Setelah Adzan
Setelah adzan selesai, ada satu doa yang sangat dianjurkan dibaca. Berikut lafadz dan artinya:
Arab:
اللَّهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلاةِ القَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Latin:
Allahumma rabba haadzihid da’watit taammah, wash shalaatil qaa-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuudan alladzi wa’adtahu.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan pemilik seruan yang sempurna dan shalat yang akan ditegakkan, berilah Nabi Muhammad wasilah dan keutamaan, serta tempatkan beliau pada maqam terpuji yang telah Engkau janjikan.”
Doa ini adalah wujud cinta kita kepada Nabi, sekaligus harapan agar kelak mendapat syafa’at darinya.
Waktu Mustajab: Antara Adzan dan Iqamah
Jangan langsung beralih ke aktivitas lain setelah adzan. Ada waktu mustajab yang sering terlewat: yaitu antara adzan dan iqamah.
Nabi bersabda:
“Doa yang dipanjatkan antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Manfaatkan waktu ini untuk memanjatkan doa terbaik. Mintalah rezeki, ampunan, atau perlindungan dari godaan dunia. Ini adalah momen emas yang tidak datang dua kali.
Menjawab adzan mungkin hanya butuh beberapa detik. Tapi pahala dan keberkahannya bisa sangat besar. Jadi, jangan remehkan amalan kecil ini. Karena dari kebiasaan sederhana, bisa tumbuh ketenangan jiwa dan hubungan yang lebih dekat dengan Allah SWT.
Dan bila ingin terus menebar kebaikan, termasuk melalui zakat dan sedekah, banyak lembaga tepercaya seperti Rumah Zakat yang bisa membantu mengalirkannya ke tempat yang tepat.***
Tim Redaksi
