Portal Pantura – Bulan Safar kembali menyapa umat Islam. Dalam penanggalan Hijriah, Safar menempati urutan kedua setelah Muharram. Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia 2025 versi Kementerian Agama, 1 Safar 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sedangkan akhir bulan ini, 30 Safar 1447 H, bertepatan dengan Minggu, 24 Agustus 2025.
Namun, penting dipahami bahwa dalam sistem kalender Islam, pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam, bukan tengah malam seperti dalam kalender Masehi. Artinya, malam 1 Safar sudah dimulai sejak Jumat petang, 25 Juli 2025.
Apa Itu Bulan Safar?
Safar berasal dari bahasa Arab yang berarti “kosong” atau “sepi”. Nama ini muncul karena dahulu, masyarakat Arab di masa jahiliyah sering meninggalkan rumah mereka untuk berdagang atau berperang selama bulan ini. Rumah-rumah pun tampak kosong, sehingga bulan ini disebut Safar.
Dalam buku Doa dan Zikir Sepanjang Tahun karya H. Hamdan Hamedan, disebutkan bahwa sebagian ulama menilai bulan Safar tak memiliki keistimewaan khusus, namun tetap menjadi bagian dari perjalanan spiritual umat Islam dalam satu tahun.
Antara Keyakinan dan Mitos
Di masyarakat, tak jarang bulan Safar dikaitkan dengan hal-hal mistis atau dianggap sebagai bulan sial. Pandangan ini tumbuh dari tradisi dan kepercayaan yang sudah turun-temurun, bukan dari ajaran Islam.
Padahal, Rasulullah SAW secara tegas membantah anggapan tersebut. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari disebutkan:
“Tidak ada penyakit menular (yang menular tanpa izin Allah), tidak ada thiyarah (menganggap sial sesuatu), tidak ada hamah (kesialan karena burung), dan tidak ada kesialan pada bulan Safar.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menegaskan bahwa anggapan tentang bulan sial, termasuk Safar, adalah tidak berdasar. Rasulullah ingin menghapus budaya jahiliyah yang menanamkan rasa takut berlebihan pada waktu tertentu.
Ulama seperti Ibn Rajab al-Hanbali juga menegaskan, yang dimaksud “laa shafara” dalam hadits adalah larangan mempercayai bahwa Safar membawa pengaruh buruk.
Semua Bulan Sama di Hadapan Allah
Dalam Islam, semua bulan adalah ciptaan Allah dan tidak ada yang dianggap lebih buruk atau lebih membawa sial dari yang lain. Hal ini ditegaskan dalam Al-Qur’an, surat At-Taubah ayat 36:
Tim Redaksi
