Portal Pantura, Bumiayu – Sejumlah calon mahasiswa berkumpul di balaidesa Laren, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Rabu (10/6/2016). Mereka bersiap menerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah melalui jalur aspirasi anggota DPR RI.
Beasiswa ini diperjuangkan oleh anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Dr. H. Agung Widyantoro, SH., M.Si., dan dr. Dewa Taruna Nugraha untuk memastikan anak-anak muda di daerah pemilihannya tetap bisa mengakses pendidikan tinggi meski terkendala biaya.
Dua Jalur untuk Dapatkan Beasiswa PIP dan KIP Kuliah
Program beasiswa pemerintah seperti Program Indonesia Pintar (PIP) dan KIP Kuliah dapat diperoleh melalui dua jalur. Pertama, melalui jalur sekolah atau kampus. Kedua, melalui jalur aspirasi anggota DPR RI.
Baca Juga:
Polres Brebes Gelar “Ngopi Bareng” dengan…
❯
Jalur aspirasi ini menjadi salah satu cara anggota legislatif menyalurkan dukungan langsung kepada konstituennya di bidang pendidikan.
Syarat utama adalah niat dan skap karena Agung Widyantoro berharap KIP Kuliah yang d berikan bisa dioptimalkan untuk membantu biaya pendidikan untuk calon sarjana.
Arief Setiawan, SE., menekankan pentingnya niat yang kuat sebagai syarat utama penerima beasiswa.
“Semoga KIP aspirasi dari Bapak Dr.H. Agung Widyantoro.SH.M.Si., ini bisa membantu meringankan beban orang tua yang ingin menyekolahkan anaknya di Uniiversitas” ujar Arief.
Ia menilai pendidikan adalah bekal paling berharga untuk meraih kesuksesan. Tanpa mengutamakan pendidikan, seseorang berisiko tertinggal dari kemajuan zaman.
Salah satu tim Agung Widyantoro, H. Bapak Wahono, SH., mengingatkan para calon penerima untuk selalu menjaga sikap dalam kehidupan sehari-hari.
“Jaga attitude itu penting,” katanya.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Fathuroji, mengingatkan penerima beasiswa KIP Kuliah agar fokus menyelesaikan studi hingga wisuda.
“Evaluasi terhadap penerima dilakukan secara berkala,” ujar Fathuroji.
Manfaat yang Diterima Penerima KIP Kuliah
Penerima beasiswa KIP Kuliah mendapatkan dua jenis bantuan. Pertama, bantuan biaya kuliah yang dibayarkan langsung ke perguruan tinggi. Kedua, bantuan biaya hidup untuk menunjang kebutuhan sehari-hari selama masa studi.
Program ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi generasi muda kurang mampu agar tidak lagi terhalang kondisi ekonomi dalam menggapai cita-cita.***

