TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Anggota DPR RI, Goyud Ungkap Hal Mengejutkan di Lereng Gunung Slamet

×

Anggota DPR RI, Goyud Ungkap Hal Mengejutkan di Lereng Gunung Slamet

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Goyud Ungkap Hal Mengejutkan di Lereng Gunung Slamet
Anggota DPR RI Dapil IX Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly atau yang akrab disapa Goyud, menyebut lereng Gunung Slamet sudah cukup parah.
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, Brebes – Anggota DPR RI dari Dapil IX Jawa Tengah, Wahyudin Noor Aly atau Goyud, meninjau langsung lokasi bencana tanah bergerak di Desa Mendala, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Minggu 4 Mei 2025. Dalam kunjungan tersebut, Goyud mengungkap fakta mengejutkan soal kerusakan hutan lindung di lereng Gunung Slamet yang disebut sebagai pemicu utama bencana.

Didampingi sejumlah pihak, Goyud mendatangi posko pengungsian di Dusun Gunungpoh. Ia berdialog langsung dengan warga terdampak dan menyerahkan bantuan logistik serta dana tunai. Namun fokus utama kunjungan ini bukan hanya bantuan kemanusiaan, melainkan penyebab utama di balik rentetan bencana yang terus berulang.

“Kita tidak bisa lagi menyebut ini bencana alam. Ini akibat kelalaian manusia,” kata Goyud saat memberi keterangan kepada media.

iklan

Politisi PAN yang duduk di Komisi II DPR RI itu menegaskan bahwa kerusakan parah terjadi di kawasan hutan lindung Gunung Slamet. Ia menyebut sekitar 100 hektare hutan mengalami degradasi akibat pembalakan liar dan perambahan yang tak terkendali.

“Dulu Sirampog tidak pernah banjir. Sekarang tiap hujan deras pasti banjir. Dari bawah memang terlihat hijau, tapi di atas hutannya sudah habis. Itu hanya ilusi,” ujarnya.

Bencana tanah bergerak yang terjadi dua pekan sebelumnya merusak empat dusun: Karanganyar, Babakan, Cupangbungur, dan Krajan. Data dari BPBD Brebes mencatat, 120 rumah rusak berat, 551 warga terdampak, dan 430 di antaranya mengungsi. Tak hanya itu, 70 hektare lahan pertanian rusak dan jalan desa sepanjang 1,3 kilometer juga terdampak.

Kepala Desa Mendala, Muhammad Basori, mengaku warganya sangat terpukul. Ia mengapresiasi kunjungan dan bantuan yang diberikan oleh Goyud.

“Kehadiran beliau membawa semangat bagi kami. Bantuan ini sangat berarti saat kami mulai dari nol,” ucap Basori.

Menanggapi situasi tersebut, Goyud mendorong perubahan status hutan lindung Gunung Slamet menjadi Taman Nasional. Menurutnya, langkah ini penting untuk memperkuat perlindungan lingkungan dan menghentikan aktivitas ilegal di kawasan tersebut.

Ia juga mengajak lima kabupaten di sekitar Gunung Slamet – Brebes, Tegal, Pemalang, Purbalingga, dan Banyumas – bersama pemerintah pusat dan provinsi, duduk satu meja menyusun langkah strategis jangka panjang.

Imam Muzaki

Terbaru dari Imam Muzaki