Portal Pantura, Brebes – Gelombang kekecewaan mewarnai suasana politik di Kabupaten Brebes. Sejumlah simpatisan PDI Perjuangan dari Kecamatan Paguyangan melepas atribut partai pasca Konferensi Cabang (Konfercab) memilih Cahrudin sebagai Ketua DPC.
Aksi simbolis ini mendapat tanggapan dari Dewan Kehormatan DPC PDI Perjuangan Brebes, Bagus Handoko. Ia memandang fenomena tersebut sebagai bagian wajar dari dinamika demokrasi.
Dinamika Politik yang Wajar
“Ini bagian dari dinamika politik yang sedang terjadi,” ujar Handoko kepada wartawan, Minggu (18/1/2026).
Menurutnya, dalam setiap proses demokrasi selalu ada pihak yang puas dan tidak puas dengan hasil keputusan. Kekecewaan yang muncul dianggap sebagai konsekuensi alami dari kehidupan berdemokrasi.
Handoko menjelaskan, salah satu tokoh yang menyuarakan kekecewaan adalah Riyanto. Ia merupakan mantan anggota DPRD Brebes dari fraksi PDI Perjuangan.
“Saya menyayangkan. Seharusnya sebagai senior menyikapi dinamika internal dengan bijak,” tegas Handoko.
Ia mengatakan, proses konfercab sudah melalui mekanisme partai, penjaringan dan penyaringan.
Bukan Simpatisan Murni
Handoko mengungkapkan fakta menarik terkait beberapa pengaku simpatisan yang menyuarakan kekecewaan. Ia menyebut ada yang mengaku simpatisan PDI Perjuangan, namun justru mengkampanyekan calon legislatif dari partai lain pada pemilu sebelumnya.
“Ini realita dari dinamika politik yang sedang terjadi,” tegasnya.
Pernyataan ini mengindikasikan adanya inkonsistensi dari sebagian pihak yang mengaku loyal terhadap PDI Perjuangan.

