Portal Pantura, Brebes – Serka Feri Wida Primawan tak menyangka istirahatnya berubah jadi sesi memasak dadakan. Babinsa Desa Cikuya itu “disandera” ibu-ibu pembuat misro saat sedang mengerjakan program TMMD Reguler ke-127 Kodim 0713/Brebes, Jumat (13/2/2026).
Kejadian bermula ketika Serka Feri hendak beristirahat dari aktivitas merehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni milik Ibu Rastip. Sekelompok ibu-ibu yang tengah mengolah singkong kompak memanggilnya.
“Ke sini Pak Babin! Bantuin ini bikin misro Pak. Nanti kalau sudah jadi, saya kasih!” seru salah satu warga yang langsung disambut antusias kawan-kawannya.
Tanpa berpikir panjang, prajurit yang biasa memegang peralatan pertukangan itu langsung menghampiri. Tangan kekar yang seharian mengangkat material bangunan kini beralih membentuk adonan singkong berisi gula merah khas Brebes.
Suasana teras rumah warga langsung riuh dengan gelak tawa. Serka Feri yang terbiasa dengan aktivitas fisik berat justru tampak kesulitan membentuk adonan misro dengan rapi. Tingkah canggungnya memicu keriangan ibu-ibu yang dengan sabar membimbingnya.
“Ini pengalaman berharga buat saya. Capek membangun RTLH langsung hilang begitu disambut warga seperti ini,” ungkap Serka Feri.
Baginya, kedekatan dengan masyarakat merupakan inti dari penugasan TMMD. Pembangunan infrastruktur memang penting, namun membangun kepercayaan dan kekeluargaan dengan warga jauh lebih bermakna.
“Sukses TMMD bukan cuma dari bangunan yang kokoh, tapi dari hubungan kami dengan masyarakat yang makin erat,” tambahnya sambil terus membentuk adonan misro.
Para ibu mengaku sangat senang dengan kehadiran Satgas TMMD. Mereka menilai para prajurit tidak berjarak dan mudah berbaur dengan kehidupan sehari-hari warga Desa Cikuya.
Aroma harum misro yang mulai matang menambah kehangatan suasana sore itu. Gorengan singkong sederhana menjadi simbol keakraban antara TNI dan masyarakat di daerah perbatasan Jawa Tengah.
Program TMMD Reguler ke-127 di Kodim 0713/Brebes memang terus dikebut penyelesaiannya. Namun momen-momen humanis seperti inilah yang memperkuat filosofi kemanunggalan TNI-Rakyat.
Kegiatan yang berlangsung spontan ini juga menunjukkan bahwa pendekatan personal dan kultural sama pentingnya dengan pembangunan fisik. Babinsa tidak hanya bertugas sebagai ujung tombak pertahanan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan masyarakat.
Hingga sore hari, Serka Feri tetap menemani warga menyelesaikan pembuatan misro. Puluhan gorengan yang dihasilkan langsung dibagikan kepada anggota Satgas TMMD lainnya sebagai bentuk apresiasi warga.
Kebersamaan sederhana di teras rumah warga Desa Cikuya ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas, tetapi membangun ikatan emosional yang tulus dan berkelanjutan.***

