Portal Pantura, Brebes – Upaya pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan ibu serta anak di wilayah perbatasan mendapat perhatian serius dari TNI. Serka Sagiman, Babinsa Koramil Banjarharjo, terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu Balita dan Ibu Hamil yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes di Desa Cikuya, Kecamatan Banjarharjo, Jumat (13/2/2026).
Pelaksanaan Posyandu di lokasi TMMD Reguler 127 ini merupakan kolaborasi antara tenaga kesehatan Puskesmas Banjarharjo, bidan desa, kader Pemberdayaan Kesejahatan Keluarga (PKK), dan aparat TNI setempat. Program rutin tersebut menyasar pemantauan tumbuh kembang balita serta kondisi kesehatan ibu hamil melalui serangkaian layanan kesehatan dasar.
Rangkaian kegiatan meliputi penimbangan berat badan anak, pengukuran tinggi badan untuk deteksi dini stunting, pemberian imunisasi sesuai jadwal, distribusi vitamin dan makanan tambahan, hingga pemeriksaan kesehatan khusus bagi ibu hamil. Semua layanan diberikan secara gratis kepada warga Desa Cikuya.
Baca Juga:
VIDEO: Perangkat Desa Baru, Harapan Baru
❯
Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kesehatan masyarakat ini bukan sekadar formalitas. Serka Sagiman menegaskan, pendampingan yang dilakukan bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat, memberikan motivasi kepada kader kesehatan, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan stunting.
“Kami hadir untuk mendukung penuh program pemerintah, khususnya imunisasi dan pemantauan kesehatan balita. Ini investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas,” tegas Serka Sagiman di sela-sela kegiatan.
Babinsa juga turut membantu pencatatan data tumbuh kembang anak, memastikan tidak ada balita yang terlewat dari pemantauan, serta memberikan sosialisasi pentingnya kunjungan rutin ke Posyandu kepada para orang tua.
Menurutnya, Posyandu memiliki fungsi strategis sebagai garda terdepan dalam memantau kondisi kesehatan ibu dan anak secara berkala. Melalui Posyandu, masalah kesehatan dapat terdeteksi sejak dini sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
“Kesehatan ibu dan balita adalah fondasi masyarakat sejahtera. Posyandu menjadi jembatan antara masyarakat dengan layanan kesehatan yang berkualitas,” imbuhnya.
Senada dengan Babinsa, Bidan Maryam, Amd.Keb., petugas kesehatan dari Puskesmas Banjarharjo, menjelaskan bahwa kolaborasi dengan TNI memberikan dampak positif terhadap partisipasi warga. Kehadiran aparat TNI memberikan kepercayaan tambahan bagi masyarakat untuk aktif mengikuti program kesehatan.
“Kerjasama dengan TNI sangat membantu kami dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pemeriksaan kesehatan rutin. Antusiasme warga untuk membawa balita ke Posyandu meningkat signifikan,” ungkap Bidan Maryam.

