TERBARU
Memuat berita terbaru...
IKLAN
News

Banjir Bandang Sungai Keruh Brebes: 7.600 Pelanggan PDAM Kehilangan Air Bersih, Kapan Normal Lagi?

×

Banjir Bandang Sungai Keruh Brebes: 7.600 Pelanggan PDAM Kehilangan Air Bersih, Kapan Normal Lagi?

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah warga di pinggiran Kali Keruh, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Sabtu (24/1/2026). Banjir bandang semalam menghanyutkan tiga rumah dan merusak belasan lainnya. (Foto: Ist)
Kondisi rumah warga di pinggiran Kali Keruh, Desa Dukuhturi, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes, Sabtu (24/1/2026). Banjir bandang semalam menghanyutkan tiga rumah dan merusak belasan lainnya. (Foto: Ist)
IKLAN
Ukuran teks

Portal Pantura, – Hujan deras yang mengguyur Selatan pada Jumat (23/1/2026) memicu bandang di Sungai Keruh. Bencana ini tidak hanya menghanyutkan tujuh rumah dan merusak belasan lainnya, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur vital Wilayah .

Ribuan warga kini kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan pipa utama rusak parah tersapu arus .

Pipa Transmisi Utama Hancur

Kepala Unit Wilayah Kecamatan Bumiayu, H. Muflikhin ST, mengatakan kerusakan terparah terjadi di dua sumber mata air utama: Bulakan dan Ulang. Kedua lokasi ini berbatasan langsung dengan Sungai Keruh.

iklan

“ kemarin hampir menyapu bersih jaringan pipa air bersih. Terutama pipa transmisi berdiameter 200 milimeter, 150 milimeter, dan 100 milimeter,” jelasnya saat ditemui media, Sabtu (24/1/2026).

Di Desa Adisana, kerusakan mencapai 300 meter pada jaringan pipa sumber Bulakan. Sementara di wilayah Ulang dekat Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, pipa sepanjang 150 meter rusak dan hilang terseret arus.

Total kerusakan pipa transmisi mencapai sekitar 450 meter.

7.600 Pelanggan Terdampak

Wilayah yang kehilangan pasokan air bersih meliputi hampir seluruh Kecamatan Bumiayu. Desa-desa terdampak antara lain Dukuh Turi, Karangturi, Bumiayu, Adisana, Kaliwadas, Kalierang, Jatisawit, dan Laren Pruwatan.

Muflikhin memperkirakan sekitar 7.600 pelanggan tidak bisa menikmati air bersih seperti biasanya.

“Kondisi di lapangan sangat berat. Banyak pipa terbawa arus dan hilang. Kami harus mengadakan material baru sebelum perbaikan dimulai,” ungkapnya.

Cuaca Jadi Kendala Utama

Hingga Sabtu kemarin, tim baru bisa melakukan inventarisasi kerusakan. Cuaca yang belum stabil menjadi hambatan utama proses penanganan.

Yudhi P

Terbaru dari Yudhi P