“Dalam kondisi cuaca seperti sekarang, kami baru bisa menghitung kebutuhan material pipa yang harus disiapkan,” kata Muflikhin.
Ia menambahkan, proses perbaikan memerlukan waktu karena harus menunggu cuaca membaik dan material tersedia.
Distribusi Air Darurat dengan Tangki
Sebagai solusi sementara, PDAM telah menyiapkan distribusi air bersih melalui sistem dropping menggunakan armada tangki. Langkah ini sesuai instruksi Pelaksana Tugas (PLT) Direktur PDAM untuk meminimalkan dampak krisis air bersih.
“Kami berupaya semaksimal mungkin agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama masa perbaikan,” ujar Muflikhin.
Kapan Air Bersih Mengalir Normal?
Jika cuaca membaik dan perbaikan berjalan lancar, aliran air bersih diperkirakan mulai pulih dalam 10 hari ke depan.
Namun, proses pembersihan jaringan pipa dari lumpur dan kotoran yang masuk akibat banjir membutuhkan waktu lebih lama.
“Secara keseluruhan, kami berharap kondisi benar-benar pulih dalam 15 hingga 20 hari pascabencana,” jelasnya.
Masalah Berulang Setiap Banjir
Muflikhin mengungkapkan, kerusakan jaringan pipa kerap terjadi setiap kali banjir melanda. Penyebabnya adalah posisi sumber mata air yang sangat dekat dengan sungai.
Meski pipa telah direlokasi dan ditanam hingga kedalaman tiga meter, limpasan air tetap menerjang saat sungai meluap.
“Posisi sumber mata air lebih rendah dari permukaan sungai saat banjir. Limpasan air tidak bisa dihindari. Ini tantangan besar bagi kami,” pungkasnya.

