Portal Pantura, Brebes – Wakil Bupati Brebes Wurja SE melakukan peninjauan langsung ke tiga kecamatan yang dilanda banjir pada Kamis (12/2/2026). Kunjungan lapangan ini sekaligus memastikan distribusi bantuan dan mempercepat penanganan di titik-titik kritis banjir.
Dampingan Pelaksana harian Sekretaris Daerah, Kepala BPBD, dan Kepala DPSDAPR, Wurja mengunjungi empat desa di Kecamatan Losari yang terendam banjir. Keempat desa tersebut adalah Randusari, Pekauman, Losari Kidul, dan Losari Lor.
Bantuan berupa nasi bungkus dan mie instan diserahkan langsung kepada warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Brebes juga mendistribusikan karung pasir untuk keperluan pembuatan tanggul darurat guna mengantisipasi gelombang banjir susulan.
Kondisi Tanggul Pemali Mengkhawatirkan
Peninjauan dilanjutkan ke Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari. Di lokasi ini, kondisi tanggul Sungai Pemali menunjukkan situasi kritis yang mengancam keselamatan warga.
Tanggul yang sebelumnya berjarak dua meter dari permukiman, kini tersisa hanya setengah meter akibat tergerus arus deras. Kondisi ini mendorong Wurja menginstruksikan pembangunan tanggul darurat secara cepat.
“Kami sudah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera membangun tanggul darurat. Lokasi ini sangat kritis dan membahayakan keselamatan warga,” tegas Wurja.
Menurut Wabup, curah hujan tinggi yang disertai peningkatan debit Sungai Pemali mempercepat abrasi tanggul. Jarak yang menyusut dari dua meter menjadi setengah meter dinilai sudah dalam tahap membahayakan.
Wurja menginstruksikan penggunaan kayu dolken dan karung berisi pasir untuk konstruksi tanggul darurat. Merespons arahan tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Brebes Ismawan Nur Laksono menyatakan telah mengirimkan tiga dump truk material pasir dan tanah untuk kebutuhan pembangunan tanggul.
Ratusan Rumah di Jatibarang Terendam
Lokasi terakhir yang ditinjau adalah Dukuh Bayur, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang. Banjir melanda wilayah ini setelah hujan lebat mengguyur Brebes pada Rabu (11/2/2026) malam, mengakibatkan Kali Gondang meluap.
Ratusan rumah warga terendam air dengan ketinggian mencapai 50 hingga 100 sentimeter. Air mulai menggenangi permukiman sejak dini hari Kamis secara mendadak, membuat warga panik menyelamatkan barang berharga.
“Air masuk dengan sangat cepat. Kami hanya sempat memindahkan barang-barang penting,” ungkap Suti (67), salah seorang warga yang terdampak banjir.
Meskipun ketinggian air mulai berkurang, pemerintah tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan. Wurja bersama jajaran pemerintah daerah, BPBD, PMI, Camat Jatibarang, dan Kepala Desa Bojong memastikan kondisi warga dan langkah penanganan.
“Kondisi warga sudah kami pastikan aman. Air mulai surut, namun kami tetap mengimbau agar masyarakat tetap siaga,” ujar Wurja.
Masalah Berulang Setiap Musim Hujan
Camat Jatibarang Rade Andriana Younansyah mengungkapkan bahwa banjir di Dukuh Bayur merupakan permasalahan yang berulang setiap musim penghujan. Luapan Kali Gondang menjadi penyebab utama genangan di permukiman warga.
“Setiap hujan dengan intensitas tinggi, air sungai selalu meluap ke area permukiman. Kami bersama pemerintah desa dan relawan akan berupaya melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang,” jelasnya.
Petugas dan relawan terus memantau kondisi sungai serta bersiaga menghadapi kemungkinan peningkatan volume air akibat curah hujan yang masih diprediksi akan terus berlanjut.***

