Portal Pantura, Brebes – Banjir kembali merendam sejumlah desa di Brebes selatan, Minggu (21/12/2025) sore. Hujan deras lebih dari tiga jam memicu Sungai Keruh meluap di Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu.
Air menggenangi lahan pertanian dan pemukiman warga. Bencana serupa terjadi di Desa Kaligiri dan Desa Dawuhan, Kecamatan Sirampog.
Warga melaporkan air datang cepat menyusul tingginya curah hujan di kawasan pegunungan. Hingga Minggu malam, belum ada laporan korban jiwa.
Banjir Bandang Sebelumnya Rusak Infrastruktur
Kecamatan Bumiayu sebelumnya juga dilanda banjir bandang. Bencana itu merusak infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.
Intensitas hujan tinggi dan kondisi daerah hulu sungai diduga menjadi pemicu berulangnya bencana.
Anggota DPRD: Alam Bereaksi Terhadap Ulah Manusia
Hj. Nur Bintang, anggota Komisi I DPRD Brebes dari Fraksi PDI Perjuangan, menyaksikan langsung luapan Sungai Keruh di sekitar kediamannya.
“Banjir dan hujan adalah fenomena alam. Namun kita harus jujur, ada kalanya alam bereaksi terhadap ulah manusia,” kata Nur Bintang.
Ia menegaskan keseimbangan lingkungan yang terganggu akan memicu bencana berulang.
Alih Fungsi Hutan Jadi Kebun Sayur Penyebab Utama
Nur Bintang menyoroti penggundulan hutan di kawasan hulu Gunung Slamet. Perubahan kawasan hutan menjadi kebun sayuran dinilai sebagai faktor utama penyebab banjir.
“Selama penebangan dan alih fungsi hutan di hulu belum ditangani serius, banjir akan terus terjadi,” tegasnya.
Ia menyebut kewenangan pengelolaan hutan berada di pemerintah pusat. Masalah ini harus menjadi perhatian bersama.
DPRD Dorong Koordinasi Lintas Sektor
Nur Bintang menjelaskan ketika bencana terjadi, kewenangan ada pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Peran DPRD adalah mendorong koordinasi lintas sektor dan memastikan penanganan sesuai prosedur.
“Saya meminta semua pihak menjalankan kewenangannya masing-masing serta turun langsung ke lapangan,” katanya.

